Berhenti Merokok Menyebabkan Obesitas, Apa yang Salah?

Nia Deviyana    •    Kamis, 28 Jul 2016 14:25 WIB
kesehatan
Berhenti Merokok Menyebabkan Obesitas, Apa yang Salah?
(Foto: Livecheating)

Metrotvnews.com, Jakarta: Para perokok seringkali enggan berhenti merokok dengan alasan khawatir menderita obesitas atau kelebihan berat badan. Dengan tidak adanya aktivitas merokok, makanan pun menjadi pelampiasan.

Ahli kesehatan Dr Tan Shot Yen mengatakan, obesitas pada mantan perokok adalah hal yang bisa dicegah.

"Ketika sudah berhenti merokok, tentu bingung bagaimana mengganti kebiasaan merokoknya dengan aktivitas apa. Satu yang harus diingat, jangan melampiaskannya pada makanan," kata Dr Tan dalam program Selamat Pagi Indonesia, di Metro TV.

Kebiasaan merokok sebaiknya diganti dengan kebiasaan positif, misal berolahraga. Jika ingin makan, konsumsilah makanan sehat seperti buah.

"Kalau makannya benar, enggak ada yang namanya obesitas," cetusnya.

Lebih lanjut, Dr Tan berpendapat, keputusan berhenti merokok harus dilandasi motivasi dari dalam diri sendiri. Karena jika tidak, keinginan merokok bisa muncul kembali.

"Setiap orang meminta saran berhenti merokok, saya selalu bertanya. 'Itu sekadar niat, karena terpaku kata "harus", atau memang penting untuk kamu'. Banyak orang jadi gagal berhenti merokok karena terpaku kata harus, bukan karena penting untuk dia dan keluarganya," papar Dr Tan.

Untuk orang yang berhenti merokok, Dr Tan menganjurkan agar didampingi mentor. Sebab, ada kalanya suasana hati berubah dan keinginan merokok muncul kembali.

"Kalau baru tiga bulan berhenti itu masih berpotensi untuk merokok lagi. Untuk benar-benar rehabilitasi butuh waktu lama, bergantung pada berapa lama dia merokok," pungkasnya.


(DEV)