Novel Kuliner "Aruna dan Lidahnya" Karya Laksmi Pamuntjak

Dwi Ayu Rochani    •    Jumat, 14 Nov 2014 03:33 WIB
kulinernovel
Novel Kuliner Aruna dan Lidahnya Karya Laksmi Pamuntjak
Foto: Metrotvnews.com / Dwi Ayu Rohani

Metrotvnews.com, Jakarta: Gemar mencicipi kuliner khas Indonesia, membuat penulis Laksmi Pamuntjak kembali menulis karya terbarunya dalam sebuah novel kuliner yang berjudul "Aruna dan Lidahnya".

Novel ini merupakan karya sastra yang menggunakan pendekatan kuliner untuk merayakan perbedaan manusia yang bertaut dengan berbagai isu sosial. Melalui keanekaragaman kuliner Indonesia sebagai inpirasi terbesarnya, Laksmi menghubungkan pembaca dengan kesehatan nasional, politik, agama, mitos, aktivitas, realita sosial, sejarah lokal, cinta, dan persahabatan.

"Saya memang sudah lama ingin membuat novel yang bertemakan kuliner. Selalu ada cerita yang tersimpan dalam sebuah hidangan, tentang proses pemilihan bahan sampai penyajiannnya. Dari proses tersebut tak jarang memunculkan hal-hal yang tak terduga, seperti persahabatan, pengertian dan juga tenggang rasa," ucap Laksmi saat konsferensi pers peluncuran novel "Aruna dan Lidahnya", di Canteen , Pasific Place, Jakarta Pusat, Kamis (13/11/2014).

Laksmi menerangkan, perlu waktu 1,5 tahun ia melakukan riset sekaligus menulis novel semi fiksi ini. "Novel ini rampung dalam waktu 1,5 tahun, namun ide mengenai karya sastra ini sudah muncul dari tahun 2005," ceritanya.

Dalam novel setebal 426 halaman ini, Laksmi  menggunakan tokoh 'Aruna'. Aruna adalah seorang wanita pecinta makanan. Namun disisi lain ia adalah seorang ahli penyakit menular dengan spesialis flu unggas. Saat Aruna ditugaskan untuk meneliti kasus flu unggas di delapan kota di Indonesia,  ia tak lupa mencicipi kekayaan makanan lokal bersama dua sahabatnya Bono (seorang koki) dan Nadazhda Azhari (seorang penulis).

Laksi mengatakan, untuk mendapatkan alur cerita yang bagus, dirinya harus mendatangi kota-kota yang ada di Inndonesia. Yaitu Bangkalan, Palembang, Pamekasan, Banda Aceh, Medan, Singkawang, Pontianak, Mataram, dan Lombok. Iapun tak lupa menulis lengkap perihal rasa, menu makanan yang terdapat di kota yang ia datangi tersebut.

"Saya lakukan riset dalam empat tahap, tapi cukup stuck di tahun 2013, karena saya sempat sakit . Tapi kemudian lanjut lagi mengunjungi kota-kota yang ada di Indonesia untuk kita mencicipi kulinernya," ungkap Laksmi.

Novel terbitan Gramedia Pustaka ini, serentak akan tersedia di toko buku mulai 24 November 2014. Dan dalam waktu dekat akan dicetak dengan menggunakan bahasa Inggris .


(AWP)