Berbicara Lebih dari Satu Bahasa Pertajam Otak

Timi Trieska Dara    •    Kamis, 13 Nov 2014 11:51 WIB
kesehatan
Berbicara Lebih dari Satu Bahasa Pertajam Otak
Foto: Ilustrasi/Kushiinstitute

Metrotvnews.com: Berbicara lebih dari satu bahasa baik untuk otak. Demikian hasil penelitian terbaru dari Northwestern University dan University of Houston yang diterbitkan dalam jurnal Brain and Language.

Penelitian ini menunjukkan bahwa orang yang pandai dua bahasa (bilingual) sebenarnya memproses informasi lebih efisien daripada orang yang hanya menguasai satu bahasa (monolingual). Para peneliti menggunakan gambaran otak untuk melihat kemampuan pemahaman orang bilingual itu. Mereka menemukan bahwa orang yang berbicara lebih dari satu bahasa, relatif lebih baik menyaring kata-kata yang tidak perlu daripada mereka yang berbicara satu bahasa. Monolingual, otaknya menunjukkan harus bekerja lebih keras untuk menyelesaikan tugas-tugas mental yang sama.

Penelitian ini menggunakan functional magnetic resonance imaging (fMRI) untuk melihat koaktivasi (coactivation) dan penghambatan (inhibition) di otak. Koaktivasi adalah kemampuan untuk memiliki dua bahasa secara bersamaan aktif di otak. Sedangkan inhibisi adalah kemampuan untuk memilih bahasa yang benar saat mendengar lebih dari satu bahasa pada waktu bersamaan. Para peneliti mempelajari 17 bilingual Spanyol-Inggris dan 18 monolingual.

Para peneliti percaya bahwa menjadi bilingual merupakan latihan otak yang konstan. Jadi, bukan memecahkan teka-teki atau permainan, mengapa tidak mempelajari bahasa baru jika semata-mata untuk tantangan otak?


(TTD)