Penggunaan Ganja di Usia Remaja Memicu Depresi

Sri Yanti Nainggolan    •    Sabtu, 20 Jan 2018 19:16 WIB
ganjadepresi
Penggunaan Ganja di Usia Remaja Memicu Depresi
Penggunaan Ganja di Usia Remaja Memicu Depresi (Foto: ministryofcannabisblog)

Jakarta: Sebuah penelitian menyebutkan bahwa konsumsi ganja pada usia yang cukup dini dapat memicu risiko depresi dan perasaan negatif yang mendominasi.

Menurut penelitian yang dipublikasi dalam jurnal Biological Psychiatry: Cognitive Neuroscience and Neuroimaging tersebut, anak muda dengan ketergantungan pada zat terlarang tersebut mengalami perubahan fungsi otak dan gangguan sumber emosi sehingga mengalami risiko psikosis.

Perubahan tersebut paling terlihat pada mereka yang mulai menggunakan ganja pada usia muda.

Penemuan tersebut menemukan adanya efek negatif jangka panjang pada penggunaan ganja tingkat berat pada perilaku dan fungsi otak.

Pemimpin studi Dr Peter Manza, Dardo Tomasi dan Nora Volkow dari National Institute on Alcohol Abuse and Alcoholism, Bethesda, Maryland; memeriksa 441 orang dewasa muda dan membandingkan dengan kelompok kecil berjumlah 30 orang pengguna ganja melalui 30 kontrol.

Orang dengan penggunaan ganja yang berat memiliki konektivitas yang sangat tinggi di daerah otak yang penting untuk pemrosesan penghargaan dan pembentukan kebiasaan.

Daerah yang sama juga telah dipatok dalam pengembangan psikosis pada penelitian sebelumnya.

"Data pencitraan otak ini memberi kaitan antara perubahan sistem otak yang terlibat dalam penghargaan dan psikopatologi dan penyalahgunaan ganja kronis, yang menunjukkan mekanisme penggunaan obat populer yang berat ini dapat menyebabkan depresi dan bentuk-bentuk lain yang lebih parah lagi, penyakit kejiwaan," jelas Dr Cameron Carter.

Perubahan otak juga berkaitan dengan perasaan emosional negatif yang meningkat, terutama keterasingan, di mana orang merasakan adanya permusuhan atau penolakan dari orang lain.

Hubungan terkait potensi mekanisme biologis tentang perasaan keterasingan seringkali meningkat secara signifikan pada orang dengan ketergantungan ganja. Marijuana juga bisa merusak nyawa.

"Menariknya, koneksi berlebih sangat kuat pada individu yang mulai menggunakan ganja pada awal masa remaja", Dr Manza menambahkan.

Menurut para peneliti, masa remaja adalah masa kritis perkembangan otak, membuat penggunaan ganja secara dini sangat merugikan.



 


(ELG)