Ini Manfaat Tersembunyi dari Sinar Biru Perangkat Elektronik

Raka Lestari    •    Rabu, 06 Dec 2017 13:34 WIB
kesehatan mata
Ini Manfaat Tersembunyi dari Sinar Biru Perangkat Elektronik
Secara khusus, studi yang berasal dari Brain-Computer Interface Lab di Universitas Granada menunjukkan bahwa sinar biru dapat membantu Anda rileks setelah mengalami stres psikologis. (Foto: FB Studio/Shutterstock)

Jakarta: Blue light atau sinar biru adalah jenis sinar yang dipancarkan oleh ponsel cerdas, tablet, laptop, dan banyak perangkat elektronik lainnya. Sinar biru ini sering dianggap buruk karena telah terbukti secara ilmiah dapat menekan zat melatonin yang dapat mengganggu kemampuan kita untuk tertidur. 

Sebenarnya, ahli tidur menyarankan agar Anda menghindari melihat perangkat yang menghasilkan sinar biru selama satu jam sebelum tidur. 

Meskipun ada berbagai cara untuk menghindari sinar biru, sebuah studi baru yang diterbitkan di jurnal PLOS One menunjukkan bahwa mungkin Anda harus berpikir dua kali sebelum melakukannya.

Secara khusus, studi yang berasal dari Brain-Computer Interface Lab di Universitas Granada menunjukkan bahwa sinar biru dapat membantu Anda rileks setelah mengalami stres psikologis akut yang mungkin Anda alami setelah bertengkar dengan seorang teman atau pasangan. 


(Meskipun ada berbagai cara untuk menghindari sinar biru, sebuah studi baru yang diterbitkan di jurnal PLOS One menunjukkan bahwa mungkin Anda harus berpikir dua kali sebelum melakukannya. Foto: Pixabay.com)

(Baca juga: 6 Tips Jaga Kesehatan Mata di Era Digital)

Untuk penelitian tersebut para peneliti merekrut 12 orang dewasa sehat yang berusia antara 18 - 37 tahun. 12 partisipan yang diteliti tersebut mengalami tekanan psikologis akut yang dihitung melalui metode Montreal Imaging Stress Task alias MIST. 

Setelah itu dilakukan sesi relaksasi yang dilakukan di ruang "chromatherapy" dengan menggunakan cahaya untuk membawa perubahan fisik dan lainnya.

Sebanyak enam orang partisipan dibawa ke dalam ruangan dengan sinar biru dan enam lainnya dengan menggunakan sinar putih. Hasilnya menunjukkan bahwa mereka yang berada dalam kelompok sinar biru itu rileks tiga kali lebih cepat daripada yang ada di kelompok sinar putih. 

Para peneliti dari studi tersebut mengatakan bahwa temuan ini bisa bermanfaat di lingkungan klinis. "Psikolog dan ahli lainnya yang menggunakan pencahayaan dalam terapi mereka dapat memanfaatkannya."

Selain itu, temuan ini mungkin berguna di lingkungan pendidikan dan dalam kehidupan sehari-hari walaupun penelitian lebih lanjut mengenai skala yang lebih besar masih diperlukan.









(TIN)