Studi: Kebiasaan Konsumsi Salad Dapat Membuat Otak Awet Muda

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 22 Dec 2017 12:33 WIB
kesehatan
Studi: Kebiasaan Konsumsi Salad Dapat Membuat Otak Awet Muda
Sebuah studi menemukan bahwa konsumsi satu atau dua porsi salad setiap dapat mmebuat otak menjadi 11 tahun lebih muda. (Foto: Stefan Johnson/Unsplash.com)

Jakarta: Sebuah studi menemukan bahwa konsumsi satu atau dua porsi salad setiap dapat mmebuat otak menjadi 11 tahun lebih muda. Makanan yang berisi campuran bayam, selada, dan kubis tersebut juga dapat mencegah demensia. 

Studi tersebut menemukan bahwa mereka yang makan minimal satu porsi sayuran hijau memiliki tingkat penurunan yang lebih rendah dalam kemampuan ingatan dan berpikir, dibandingkan mereka yang jarang atau tak pernah makan sayuran hijau. 

Pada mereka yang rajin makan sayuran hijau mengalami penurunan penuaan otak hingga 11 tahun. 

"Menambahkan sajian makanan dengan sayuran hijau pada pola makan setiap hari adalah cara sederharna untuk mengembangkan kesehatan otak," ujar Clare Morris, dari Rush University di Chicago, Amerika Serikat. 

(Baca juga: Terapi Musik Bantu Cegah Alzheimer)

"Ia menambahkan, kebiasaan tersebut meningkatkan ketajaman para orang tua dengan demensia dimana pada kelompok lansia berlanjut secara signifikan. Jadi ini adalah strategi yang efektif untuk mencegah demensia."

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Neurology tersebut melibatkan 960 orang berusia sekitar 81 tahun yang tak mengalami demensia untuk diikuti selama rata-rata 4,7 tahun. 

Dalam 10 tahun penelitian, tingkat penurunan pada mereka yang paling sering makan sayuran hijau menurun sebanyak 0,05 unit per tahun dibandingkan mereka yang tak senang makan sayur. Perbedaan tersebut setara dengan 11 tahun lebih muda dari usia asli. 

Hasil tersebut sah setelah memperhitungkan beberapa faktor yang memengaruhi kesehatan otak seperti merokok, tekanan darah tinggi, obesitas, tingkat pendidikan, serta banyaknya aktivitas fisik dan kognitif. 

Salad mengandung banyak mikronutrisi seperti flavanol, citicoline, choline, magnesium dan asam lemak omega 3 yang dapat melindungi otak dari penyakit terkait usia seperti demensia dan penyakit neurogeneratif lainnya.









(TIN)