Hal-hal Seputar Buang Angin

Raka Lestari    •    Senin, 26 Mar 2018 06:00 WIB
kesehatan pencernaan
Hal-hal Seputar Buang Angin
Bau gas yang dikeluarkan oleh setiap orang berbeda-beda tergantung dari campuran bakteri yang terdapat pada usus setiap orang. (Foto: Courtesy of Getty Images)

Jakarta: Buang angin adalah sesuatu yang normal, mengingat semua orang pasti melakukannya. Namun tetap saja, buang angin sebaiknya tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Menurut dokter, kita perlu buang angin setidaknya 10 kali dalam sehari, yang mungkin terlihat cukup banyak. 

Studi mengenai buang angin disebut juga sebagai flatologi, dan itu berkaitan dengan penyebabnya, dan bagaimana mengurangi perut kembung pada orang yang mengalami masalah dengan kelebihan gas. 

Tujuan buang angin adalah untuk melepaskan gas yang dihasilkan tubuh Anda secara alami melalui fungsi makan, mengunyah, dan lainnya. Meskipun beberapa gas akan terserap ke dalam tubuh, sisanya akan menuju ke suatu tempat, sehingga dikeluarkan melalui anus.

Anda mungkin mengalami perut kembung saat Anda sedang menstruasi, ketika Anda makan makanan tertentu, atau jika usus Anda dirangsang seperti misalnya ketika Anda sedang batuk. 


(Bau gas yang dikeluarkan oleh setiap orang berbeda-beda tergantung dari campuran bakteri yang terdapat pada usus setiap orang. Foto: Ace Vu/Unsplash.com)

(Baca juga: 3 Makanan yang Buruk untuk Pencernaan Anda)

Umumnya buang angin memiliki semacam bau dan ini dapat dipengaruhi oleh seberapa baik Anda mengunyah makanan Anda. Jika makanan yang tidak tercerna tersisa di saluran pencernaan Anda hal itu dapat membuat bau yang lebih buruk.

Gas ketika buang angin rata-rata terdiri dari oksigen, nitrogen, metana, dan belerang. Belerang adalah bau yang paling buruk dari gas-gas ini, itulah sebabnya terkadang ketika buang angin ada bau yang tak sedap.

Bau gas yang dikeluarkan oleh setiap orang berbeda-beda tergantung dari campuran bakteri yang terdapat pada usus setiap orang. 

Seperti halnya masalah terkait kesehatan, jika Anda khawatir akan frekuensi buang angin yang bertambah atau berbeda dari biasanya, atau baunya lebih buruk dari biasanya, Anda harus mengunjungi dokter. Ini bisa menjadi salah satu pertanda masalah kesehatan, jadi sebaiknya memeriksanya ke dokter. 








(TIN)