Pengguna ICD Lebih Berisiko Mengalami Kecelakaan

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 15 Sep 2016 10:58 WIB
studi kesehatan
Pengguna ICD Lebih Berisiko Mengalami Kecelakaan
(Foto: News.vanderbilt.edu) Studi Denmark mengungkapkan pemakaian alat bantu pada jantung dapat meningkatkan risiko kecelakaan saat berkendara.

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah studi baru mengungkapkan bahwa pemakaian alat bantu pada jantung dapat meningkatkan risiko kecelakaan saat berkendara.

Risiko kecelakaan lalu lintas meningkat sebanyak 50 persen pada pasien yang menggunakan Defibrilator Kardioverter Implan (Implantable Cardioverter-Defibrillator atau ICD) bila dibandingkan dengan usia dan jenis kelamin pengendara motor normal lainnya.  ICD merupakan alat bantu yang menggunakan tenaga baterai yang diletakkan di bawah kulit yang dapat membantu menjaga denyut jantung agar tetap sesuai jalur. Teknologi ICD sendiri mulai dikembangkan pada awal tahun 1990-an.

Menurut British Heart Foundation, irama jantung abnormal atau arrhythmia dapat menyebabkan jantung berdetak terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak normal dan ICD dapat memberi denyut atau goncangan elektrik yang dapat mengembalikan irama ke normal.

"Menyetir setelah melakukan implan ICD masih diperdebatkan oleh dokter dan pasien," ujar pemimpin studi Jenny Bjerre, dokter di Rumah Sakit Univeritas Herlev dan Gentofte di Copenhagen, Denmark.

(Baca juga: Memasak Makanan Sendiri, Kurangi Risiko Penyakit Jantung)

Studi tersebut menunjukkan bahwa data sementara melihat kecelakaan lalu lintas meningkat setelah dilakukan implan ICD yang dimasukkan ke dalam tulang selangka.

ICD digunakan untuk menghindari kematian mendadak akibat serangan jantung, namun ternyata meningkatkan risiko pada penderita arrhythmia. Jumlah pengguna implan ICD sendiri meningkat tajam dalam beberapa dekade ini.

Studi yang dilakukan oleh  Cardiovascular Research Centre tersebut mengidentifikasi semua penduduk Denmark yang menerima implan ICD untuk pencegahan utama dan sekunder antara tahun 2008-2012. Terdapat 4.874 pasien ICD dan pasien normal berjumlah 9.748 dengan umur rata-rata 63 tahun dan jenis kelamin yang sama banyak.

Selama pemantauan 2,5 tahun, ada sekitar 2,3 persen pasien ICD dan 1,7 persen populasi normal yang masuk rumah sakit karena kecelakaan kendaraan bermotor. Para peneliti mengatakan, sekitar 51 persen terjadi peningkatan terkait kecelakaan kendaraan bermotor pada pasien ICD dibandingkan dengan populasi normal.






(TIN)