Risiko Kesehatan Mengintai Anak Usia 5-9 Tahun jika Bermain dengan Kucing

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 22 Sep 2016 13:30 WIB
kesehatan anak
Risiko Kesehatan Mengintai Anak Usia 5-9 Tahun jika Bermain dengan Kucing
(Foto: wishforpets)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bermain dengan hewan peliharaan, seperti kucing, memiliki sisi positif bagi perkembangan anak. Selain menjadikan mereka aktif, juga mampu menumbuhkan rasa kasih sayang terhadap makhluk hidup.

Namun, perlu pengawasan dari orang tua agar anak tidak terkena cakaran kucing. Mengapa demikian?

Sebuah penelitian menunjukkan, cakaran kucing pada anak dapat berlanjut menjadi demam intens, bisul bernanah, hingga kematian apabila terjadi komplikasi.

Dilansir Independent, Kamis (22/9/2016), penyebabnya tak lain adalah bakteri yang ditularkan dari kucing ke kucing melalui kutu. Sementara, manusia bisa tertular karena mencium, tergigit, atau tercakar kucing.

Survei berskala besar yang dilakukan Pusat Pengendalian dan Pencegahan (CDC) di Amerika Serikat menunjukkan, anak kucing dan hewan liar sangat rentan membawa bakteri tersebut.

"Ruang lingkup dan dampak penyakit ini sedikit lebih besar dari yang kita duga. Penyakit ini dapat dicegah jika kita dapat mengidentifikasi populasi berisiko dan pola penyakit tersebut. Kita melakukan usaha pencegahan," ujar Dr Christina Nelson, dari CDC.

(Baca: Tips Membantu Anak Belajar Berbicara)

Dokter telah merekomendasikan pada pemilik kucing untuk selalu cuci tangan setelah membelai hewan peliharaan mereka, serta menghindari kontak antara kucing mereka dengan hewan liar.

Penelitian berlangsung selama delapan tahun, dengan menyurvei lebih dari 13 ribu kasus penyakit yang berkaitan dengan kucing.

Fakta lain juga menemukan, bahwa setiap tahunnya, sebanyak 4,5 persen dari 100 ribu penduduk didiagnosis menderita penyakit akibat kucing. Angka ini lebih tinggi daripada yang diprediksi, meskipun masih terbilang jarang.

Hanya sedikit kasus yang berujung pada kematian, meskipun kemungkinan hal itu terjadi tetap ada.

Penularan penyakit ini lebih mungkin terjadi di daerah yang hangat, di mana kutu lebih mudah berkembang biak dan menyebar. Kutu biasanya berkembang selama berbulan-bulan pada musim panas yang lembab.

Namun, tak menutup kemungkinan mereka hidup di musim gugur karena sistem pemanasan  menyediakan lingkungan yang baik untuk menetaskan telur.

Kelompok yang paling berisiko jika kontak dengan kucing adalah anak-anak berusia 5-9 tahun dengan presentase 9,4 persen per 100 ribu penduduk.

Para orang tua disarankan mengimbau anak-anak mereka untuk tidak bermain terlalu dekat dengan kucing.

Cara termudah untuk mencegah penularan penyakit ini adalah dengan melindungi hewan peliharaan dari kutu, dengan menggunakan obat anti kutu atau memandikan dengan bahan alami seperti cuka, sari lemon, dan cuka apel.


Lihat Video: Tips Menyiapkan MPASI untuk Bayi






(DEV)