Metro Plus

Indikasi Gangguan Kesehatan di Balik Perut Buncit

   •    Senin, 15 May 2017 17:40 WIB
obesitas
Indikasi Gangguan Kesehatan di Balik Perut Buncit
Ilustrasi (Foto: huffingtonpost)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kondisi seseorang yang memiliki perut buncit ternyata dapat menjadi indikasi gangguan kesehatan tertentu. Presiden Himpunan Studi Obesitas Indonesia dr. Dante Saksono mengatakan gangguan kesehatan yang paling dekat dengan perut buncit adalah obesitas.

Menurut Dante, tak jadi soal jika lemak menumpuk di antara kulit. Sebab masih bisa ditanggulangi dengan pola makan dan olah raga yang tepat. Tetapi, lain halnya jika penumpukan lemak itu terjadi di antara organ tubuh.

"Orang diabetes ini punya risiko obesitas sentral yang lebih besar ketimbang yang tidak. Jadi seharusnya orang diabetes punya perut yang lebih slim," kata Dante, dalam Metro Plus, Senin 15 Mei 2017.

Penyakit lain yang terindikasi melalui struktur perut yang buncit adalah hipotiroid. Hipotiroid memperbesar peluang seseorang terkena obesitas lantaran metabolismenya melambat.

Olah raga saja kadang tidak cukup untuk mengurangi lemak tubuh. Apalagi jika itu terjadi pada mereka yang memang sudah berusia lanjut.

"Sudah olah raga tapi tetap saja buncit maka yang harus diperbaiki adalah metabolisme internalnya supaya pembakaran itu menjadi efektif. Caranya, penyakit tiroidnya harus diobati, hormonnya harus cukup supaya naik pembakarannya," kata Dante.

Bagi orang yang memiliki perut buncit, selain diimbangi dengan pola makan, olah raga yang dilakukan juga harus tepat. Beberapa aktivitas fisik yang bisa dilakukan di antarana latihan fisik yang low impact dan high impact.

Aktivitas high impact di antaranya lari, bersepeda, aerobik. Sementara low impact bisa dilakukan dengan stretching, pilates, dan yoga.

"Aktivitas ini menurunkan resistensi insulin dan menyebabkan pencernaan lemaknya menjadi lebih cepat. Kombinasi keduanya akan membakar lemak lebih cepat ketimbang hanya melakukan salah satunya," jelas Dante.




(MEL)