Perhitungan Alat Kebugaran Ternyata Tak Selalu Tepat

Sri Yanti Nainggolan    •    Sabtu, 27 May 2017 20:40 WIB
kesehatan
Perhitungan Alat Kebugaran Ternyata Tak Selalu Tepat
Perhitungan Alat Kebugaran Ternyata Tak Selalu Tepat (Foto: shutterstock)

Metrotvnews.com, Jakarta: Banyaknya alat pengukur kebugaran saat olahraga atau alat fitnes yang beredar ternyata tak selalu tepat dalam menghitung jumlah kalori dalam tubuh.

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa meskipun tepat dalam mengukur detak jantung, kebanyakan alat tersebut tak tepat dalam mengukur jumlah kalori yang terbakar.

Studi yang dilakukan oleh tim dari Stanford University di California tersebut memeriksa tujuh alat kebugaran yaitu Apple Watch, Basis Peak, Fitbit Surge, Microsoft Band, Mio Alpha 2, PulseOn dan Samsung Gear S2.

Sebanyak 60 partisipan, diantaranya 31 wanita, menggunakan alat tersebut saat berjalan atau berlari di treadmill atau sepeda statia. Setiap detak jantung partisipan diukur juga menggunakan elektrokardiograf dengan standar medis.

Hasilnya, baik alat kebugaran maupun elektrokardiograf memiliki standar yang sama dalam mengukur detak jantung.

Para peneliti menemukan bahwa walaupun alat-alat tersebut memiliki tingkat kesalahan kurang dari lima persen dalam mengukur detak jantung, ketujuh alat tersebut tak bisa mengukur pengeluaran energi secara akurat.

Bahkan keakuratan alat tersebut rata-rata 27 persen dengan tingkat tertinggi 93 persen.

"Ukuran terkait detak jantung yang diperlihatkan jauh lebih baik daripada yang kita perkiraan, namun pengukuran pengeluaran energi sangat tak bagus, sangat mengejutkan," ujar Euan Ashley, profesor di Stanford University.

Namun, karena alat medis dan alat kebugaran tak memiliki standar yang sama, para dokter kesulitan mengetahui data detak jantung dan hal-hal lain dari pasien yang menggunakan alat kebugaran.



 


(ELG)