Lima Ciri Orang dengan Gangguan Narsistik

Torie Natalova    •    Jumat, 05 Oct 2018 10:53 WIB
psikologi
Lima Ciri Orang dengan Gangguan Narsistik
Ada lima karakteristik seseorang yang mengidap gangguan kepribadian narsistik. (Foto: Alla Biriuchkova/Unsplash.com)

Jakarta: Anda mungkin sering mendengar atau bahkan mengatakan kata "narsis" terutama pada teman atau orang yang sering menonjolkan dirinya sendiri. Tapi, bagaimana dengan seorang narsisis sejati atau orang dengan gangguan kepribadian narsistik?

Gejala narsistik dimulai pada orang yang mulai beranjak dewasa. Sulit untuk dipastikan, tapi genetika dan pengasuhan, cenderung memainkan peran utama yang memicu narsistik sejati.

Menurut manual diagnostik American Psychiatric Association, ada lima karakteristik seseorang yang mengidap gangguan kepribadian narsistik.

1. Melebihkan kemampuan diri dan merendahkan yang lain
Seorang dengan gangguan narsistik memiliki rasa kepentingan diri yang berlebihan. Mereka ingin diakui sebagai superior tanpa pencapaian yang perlu dilakukan untuk mendapatkannya. Seringkali mereka tidak mencapai kesuksesan, menemukan cara untuk menyalahkan orang lain atau masyarakat.

(Baca juga: Tak Selalu Narsis, Ini Manfaat Bangga pada Diri bagi Kesehatan Mental)


(Gejala narsistik dimulai pada orang yang mulai beranjak dewasa. Sulit untuk dipastikan, tapi genetika dan pengasuhan, cenderung memainkan peran utama yang memicu narsistik sejati. Foto: Rawpixel/Unsplash.com)

2. Mereka percaya dirinya spesial atau unik
Mungkin tidak masalah untuk berpikir diri Anda istimewa. Tapi, orang narsistik percaya begitu dalam bahwa dirinya spesial, sehingga hanya mencari orang-orang yang spesial atau terbaik.

3. Narsisis membutuhkan kekaguman yang berlebihan
Terlepas dari kebiasaan orang dengan gangguan narsistik sering bertingkah sombong dan terlalu percaya diri, sebenarnya harga dirinya sangatlah rapuh. Mereka cenderung sering memikirkan apa yang orang lain pikirkan tentang mereka dan tidak senang jika tidak mendapatkan pujian.

4. Seorang narsisis merasa punya hak
Narsisis sering tidak menjalani peraturan. Itulah yang membuat mereka terlihat tidak sopan karena tidak mematuhi peraturan, termasuk norma yang berlaku.

5. Tidak miliki empati
Kadang, seseorang dengan gangguan narsistik mengatakan sesuatu hal yang tidak peka atau empati sehingga mereka dapat menyakiti perasaan orang lain. Di sisi lain, mereka sering bicarakan tentang dirinya dan percaya orang lain benar-benar peduli.

6. Merasa iri dengan orang lain
Narsisis selalu membandingkan dirinya dengan orang lain terutama yang sukses sehingga menimbulkan rasa iri. Jika narsisis sukses, mereka pun berpikir bahwa orang lain juga iri pada mereka.





(TIN)