Penelitian: Polusi Udara yang Kronis Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

Raka Lestari    •    Rabu, 07 Nov 2018 12:56 WIB
kesehatan
Penelitian: Polusi Udara yang Kronis Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung
Sebuah penelitian baru-baru ini menyebutkan bahwa mereka dengan paparan kronis terhadap polusi suara berlebih dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. (Foto: Alexander Popov/Unsplash.com)

Jakarta: Jika Anda tinggal di daerah yang bising atau menghabiskan berjam-jam di tempat kerja yang bising, hasil penelitian terbaru ini mungkin bisa membuat Anda sedikit merasa khawatir.

Dilansir dari laman Thehealthsite.com, sebuah penelitian baru-baru ini menyebutkan bahwa mereka dengan paparan kronis terhadap polusi suara berlebih dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke dengan mengaktifkan wilayah otak yang terlibat dalam respons stres.

"Tidak hanya itu, terlalu banyak suara mempromosikan peradangan pembuluh darah," kata para peneliti dari Massachusetts General Hospital di AS.

Menurut laporan media baru-baru ini, temuan itu mengungkapkan bahwa orang-orang dengan tingkat paparan kebisingan kronis tertinggi di daerah seperti jalan raya dan bandara memiliki lebih banyak risiko menderita kejadian kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke.


(Dilansir dari laman Thehealthsite.com, sebuah penelitian baru-baru ini menyebutkan bahwa mereka dengan paparan kronis terhadap polusi suara berlebih dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Foto: Jan Vanveen/Unsplash.com)

(Baca juga: 5 Hal yang Tanpa Disadari Bisa Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung)

Para peneliti mengatakan bahwa studi ini memberikan informasi yang sangat dibutuhkan antara hubungan penyakit kardiovaskular dan paparan kebisingan kronis, yang mungkin masih belum banyak dipahami oleh banyak orang.

"Semakin banyak penelitian mengungkapkan hubungan antara kebisingan lingkungan dan penyakit kardiovaskular, tetapi mekanisme fisiologis dari tubuh untuk melawannya masih belum jelas," kata Azar Radfar, seorang peneliti di Massachusetts General Hospital di Boston.

"Kami percaya temuan kami menawarkan wawasan penting ke dalam biologi di balik fenomena ini," kata Radfar.

Meskipun masih sebatas penelitian, tetapi sebaiknya hasil penelitian tersebut bisa dijadikan pertimbangan bagi Anda untuk sesekali melakukan detoksifikasi dari hal-hal yang dapat menimbulkan polusi udara dan membiarkan diri Anda terbebas dari berbagai jenis polusi udara yang ada demi kesehatan dan kesejahteraan Anda dalam jangka panjang.




(TIN)