Bagi Para Wanita, Jangan Abaikan 4 Gejala Berbahaya Ini

Torie Natalova    •    Senin, 14 Jan 2019 14:54 WIB
kesehatan ibu
Bagi Para Wanita, Jangan Abaikan 4 Gejala Berbahaya Ini
Tubuh wanita terus menerus menyeimbangkan hormon-hormon untuk mendapatkan keseimbangan yang sempurna. (Foto Ilustrasi: Chang Liu/Unsplash.com)

Jakarta: Sistem reproduksi wanita bisa dibilang lebih rumit dibandingkan pria. Tubuh wanita terus menerus menyeimbangkan hormon-hormon untuk mendapatkan keseimbangan yang sempurna. Namun, seringkali keseimbangan ini kacau hingga mengakibatkan perubahan tak normal pada tubuh wanita.

Sayangnya, banyak wanita justru merasa malu dan enggan memeriksakan diri ke dokter terkait perubahan dalam tubuhnya. Jika Anda khawatir atau memiliki gejala berikut ini, sebaiknya segera temui dokter.

1. Benjolan di Payudara
Mungkin sulit untuk menentukan apakah benjolan di payudara Anda berbahaya atau tidak. Hanya 10 persen wanita yang memiliki benjolan payudara akan menderita kanker. Biasanya, benjolan itu hanya jaringan ikat payudara normal yang menggumpal, benjolan lemak atau terkadang kista jinak.

Namun, jika Anda telah menopause dan memiliki benjolan, sebaiknya periksakan ke dokter. Benjolan karena kanker sering terasa kasar dan keras, tidak mudah bergerak di bawah kulit ketika disentuh.

2. Perdarahan Abnormal
Ada banyak faktor yang memengaruhi haid Anda seperti penurunan berat badan, olahraga, dan stres. Jika haid Anda terus tidak teratur, lebih berat atau berlangsung lebih lama dari biasanya, periksakan diri ke dokter.

Selain itu, jika Anda mengalami pendarahan setelah berhubungan seks atau di antara periode haid Anda, penting untuk segera diperiksa karena bisa jadi tanda kelainan pada serviks, rahim atau ovarium.

Perlu diingat bahwa jika Anda telah melewati masa menopause dan mulai mengalami perdarahan lagi, Anda harus menemui dokter karena perdarahan setelah menopause kemungkinan tanda kanker di rahim.

3. Kembung
Perut kembung bisa jadi tanda kanker ovarium. Sayangnya, gejala perut kembung ini mirip dengan penyakit lain seperti sindrom, iritasi usus atau PMS. Jika kembung setiap hari selama tiga minggu atau lebih, segera kunjungi dokter. Gejala lain kanker ovarium seperti nyeri panggul, merasa kenyang atau hilang nafsu makan, peningkatan buang air kecil, dan penurunan berat badan.

4. Keputihan Tidak Normal
Keputihan dibutuhkan untuk menjaga kelembapan vagina dan melindungi dari infeksi. Tapi, jika warna dan bau cairan keputihan berbeda dari normal seperti bau busuk dan warna tidak bening, bisa jadi tanda infeksi bakterial vaginosis yang mudah diobati.

Tapi, ini juga bisa jadi tanda infeksi menular seksual seperti klamidia, gonore, herpes, dan trikomoniasis. Jika tidak diobati, ini dapat menyebabkan penyakit radang panggul dan infertilitas hingga yang terburuk, kanker leher rahim.

Kenali Permasalahan Kulit Kering



(FIR)