Bahaya Kenaikan Berat Badan Berlebih Saat Hamil

Torie Natalova    •    Jumat, 18 Nov 2016 15:31 WIB
kehamilan
Bahaya Kenaikan Berat Badan Berlebih Saat Hamil
Jaga keseimbangan makanan selama hamil untuk mempertahankan berat badan yang sehat. (Foto: Rodawellness)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kehamilan dan kenaikan berat badan adalah dua hal yang sangat berkaitan erat. Banyak wanita menjadikan kehamilannya sebagai kesempatan untuk bisa makan apapun yang dia inginkan, termasuk makanan tinggi kalori dan lemak.

Kenaikan berat badan saat kehamilan memang wajar terjadi. Namun, yang lebih penting adalah kenaikan berat janin, bukan sang ibu. 

Jika Anda mengalami kenaikan berat badan yang cukup besar, seperti di atas 23 kilogram, Anda mungkin akan mengalami konsekuensi yang lebih besar setelah melahirkan nanti. 

Selain itu, kenaikan berat badan yang besar dapat berdampak pada masalah kesehatan dan komplikasi kehamilan, seperti:



1. Hipertensi dan diabetes

Dua masalah kesehatan ini dapat membuat kehamilan lebih sulit untuk mengatur dan menciptakan risiko kesehatan dan masalah untuk Anda dan bayi.




2. Ketidaknyamanan
Kelebihan berat badan saat hamil dapat menyebabkan nyeri punggung, kelelahan, varises, kram betis, nyeri ulu hati, wasir dan pegal-pegal pada sendi. Terlalu gemuk saat hamil bisa menyulitkan Anda saat persalinan nanti.

(Baca juga: Pentingnya USG Sebelum Usia Kehamilan 13 Minggu)




3. Masalah melahirkan
Semakin berat Anda, semakin besar pula bayi yang ada dalam kandungan. Ini akan menyulitkan Anda yang melahirkan secara normal sehingga Anda akan disarankan untuk melahirkan secara caesar.




4. Meningkatkan risiko diabetes pada anak
Banyak orang yang hingga kini masih mempercayai bayi yang gemuk pertanda bayi itu sehat. Padahal, banyak kasus yang menunjukkan semakin gemuk sang ibu, semakin gemuk pula bayi Anda. Seringnya, sel-sel lemak yang dapat meningkatkan risiko bayi Anda mengalami kenaikan berat badan seiring bertambahnya usia mereka. 

Studi lain menemukan bahwa, dibandingkan dengan anak yang lahir dari wanita hamil dengan kenaikan berat yang normal mereka yang mengalami kegemukan saat hamil memiliki anak yang memiliki kelebihan berat badan hingga empat kali lebih besar pada usia 3,5 tahun.




5. Sulit menurunkan berat badan
Studi menunjukkan bahwa wanita yang mengalami kenaikan berat badan terlalu banyak dan tidak hilang dalam waktu 6 bulan setelah melahirkan, lebih berisiko pada obesitas. 

Kunci untuk mempertahankan fisik yang luar biasa sebelum, selama, dan setelah kehamilan adalah untuk fokus pada pengasuhan dengan cara yang positif. Tidak apa-apa makan pizza, es krim, dan makanan berkalori lain selama atau setelah kehamilan.

Namun, jaga keseimbangan makanan selama hamil untuk mempertahankan berat badan yang sehat. Fokus juga pada kualitas makanan yang dikonsumsi. Perbanyak makanan organik dibanding makanan cepat saji.







(TIN)