Mitos dan Fakta Seputar Vaksin

Yatin Suleha    •    Jumat, 04 Nov 2016 14:04 WIB
kesehatan anak
Mitos dan Fakta Seputar Vaksin
Fakta-fakta berikut ini meluruskan beberapa mitos yang umum tentang vaksin. (Foto: Naturalhealth365)

Metrotvnews.com, Jakarta: Beberapa fakta berikut ini meluruskan beberapa mitos yang umum tentang vaksin. Spesialis penyakit infeksi pada anak-anak di Stanford University, Amerika, Yvonne Maldonado, MD mencoba menerangkan antara mitos dengan keterangan faktanya untuk Anda.

Dr. Yvonne menerangkan mengenai antara mitos dan fakta berikut ini karena berkenaan dengan penelitian baru yang mengaitkan antara pertusis (batuk rejan) yang mewabah di California dengan anak-anak yang tidak divaksinasi. Sama juga dengan kasus anak yang terkena cacar. Informasi ini untuk berjaga-jaga, jika Anda butuh sebagai pengingat, serta pastikan juga si kecil mendapatkan semua imunisasinya:

(Baca juga: Mengapa Vaksin Polio Harus Diberikan Berkali-kali?)

-Mitos: Penyakit yang kita lawan dengan vaksinasi akan menghilang dengan sendirinya.
-Faktanya: Penyakit-penyakit tersebut masih berkeliaran di luar sana. Idealnya, kita memerlukan 90 persen dari populasi yang divaksin penuh untuk mencegah penyakit tersebut.

-Mitos: Terlalu banyak vaksin dapat membebani sistem imunitas anak.
-Faktanya: Anak-anak terpapar ribuan kuman selama tahun-tahun pertama kehidupannya dan tetap sehat. Faktanya, vaksin membuat sistem imunitas mereka menjadi lebih kuat.

-Mitos: Vaksin dapat menyebabkan efek samping yang keras.
-Faktanya: Manfaat vaksin masih lebih banyak ketimbang efek merugikannya, yang bisa muncul bervariasi dari efek umum (demam ringan) hingga efek yang sangat jarang terjadi (kejang-kejang). Tidak ada kaitan antara vaksin dan autisme.





(TIN)