Pertanda Si Kecil Berlebihan Mengonsumsi Makanan Asin

Pelangi Karismakristi    •    Kamis, 02 Aug 2018 07:00 WIB
obesitas pada anak
Pertanda Si Kecil Berlebihan Mengonsumsi Makanan Asin
Penelitian menunjukkan bahwa penambahan berat badan dapat disebabkan oleh peningkatan asupan garam. (Foto: Daiga Ellaby/Unsplash.com)

Jakarta: Mengonsumsi makanan yang mengandung terlalu banyak garam bahkan pada usia muda akan berdampak pada kesehatan dalam jangka panjang. 

Sebuah studi menyebutkan rata-rata anak berusia 6 hingga 18 tahun di Amerika mengonsumsi garam 50 persen lebih banyak dari jumlah harian yang disarankan. Ini berasal dari makanan seperti pizza, roti, burger keju, keripik, nugget, pasta dengan saus, sup instan dan masih banyak lagi.

Sementara kelebihan asupan garam kerap dikaitkan dengan risiko hipertensi, jantung dan stroke. Kondisi ini bisa dimulai sejak kecil. Tentu Anda tak mau buah hati terancam penyakit seperti di atas. Sebaiknya batasilah asupan garam untuk mereka dan tak ada salahnya Anda mengamati tanda-tanda jika anak Anda kelebihan asupan asin. Berikut ciri-ciri yang bisa Anda lihat.

1. Haus yang berlebihan
Jika Anda mendapati buah hati merasa sangat haus padahal tak dalam kondisi yang memicu rasa haus seperti cuaca panas dan olahraga, sebaiknya perhatikan jumlah sodium dalam makanannya. 

(Baca juga: Cegah Obesitas pada Anak, Ini yang Harus Dilakukan Orang Tua)

2. Tekanan darah tinggi
Sebuah penelitian dari American Family Physician menyebutkan bahwa 7 persen anak berusia 3 hingga 18 tahun terkena prahipertensi atau hipertensi. Prahipertensi adalah istilah klasifikasi medis Amerika pada kasus dimana tekanan darah seseorang berada di atas normal, tetapi belum dapat dianggap sebagai tekanan darah tinggi. 

Untuk itu American Academy of Pediatrics menyarankan orang tua untuk melakukan pemeriksanaan tekanan darah pada anak setiap tahun sejak usianya 3 tahun.


(Sebuah studi menyebutkan rata-rata anak berusia 6 hingga 18 tahun di Amerika mengonsumsi garam 50 persen lebih banyak dari jumlah harian yang disarankan. Ini berasal dari makanan seperti pizza, roti, burger keju, keripik, nugget, pasta dengan saus, sup instan dan masih banyak lagi. Foto: Fabrice Thys/Unsplash.com)

3. Warna urin gelap
Urin berwarna gelap dan kuning dengan bau yang sangat menyengat sangat umum terjadi pada orang dari segala usia, yang kelebihan natrium, termasuk anak-anak. Jika Anda tak yakin, bisa segera melakukan tes urin pada anak.

4. Makan camilan kemasan
Sebagian besar makanan kemasan dan diproses memiliki kadar natrium yang tinggi, jadi sebaiknya anak-anak perlu menghindarinya. Gantilah dengan pilihan camilan yang lebih sehat, seperti buah-buahan.

Dokter anak di Providence Saint John's Health Center di Santa Monica California, Danial Ganjian menyarankan Anda untuk menyajikan sayuran dengan berbagai macam saus, bentuk dan metode masak (dipanggang, rebus, atau kukus).

5. Berat badan naik 
Orang tua seringkali berpendapat bahwa permen dan makanan berlemak menjadi penyebab obesitas. Tapi penelitian menunjukkan bahwa penambahan berat badan dapat disebabkan oleh peningkatan asupan garam.

Orang tua perlu menyadari kenaikan berat badan juga disebabkan karena makanan asin. Sebaiknya orang tua mulai memerhatikan kandungan makanan kemasan dengan kadar natrium tinggi dan asin.


(TIN)