Ariana Grande Alami Gangguan Kecemasan Pascateror Manchester Tahun Lalu

Sri Yanti Nainggolan    •    Sabtu, 14 Jul 2018 11:51 WIB
ariana grande
Ariana Grande Alami Gangguan Kecemasan Pascateror Manchester Tahun Lalu
(Foto:: Foxnews)

London: Ariana Grande mengaku tentang kecemasan akut yang dialaminya setelah serangan Manchester Arena tahun lalu.

Penyanyi tersebut baru saja menyelesaikan penampilan dalam konser yang berlangsung pada 22 Mei 2017 ketika terjadi bom bunuh diri dengan menewaskan 22 orang dan melukai 500 orang.

Berbicara pada Elle, wanita berusia 25 tahun tersebut menjelaskan bahwa ia selalu merasa cemas, tetapi gangguan tersebut semakin parah setelah serangan. Ia menjadi cepat pusing dan merasa kesulitan bernapas.

"Ada beberapa bulan di mana saya merasa sangat terbalik," tambahnya, menjelaskan bagaimana pengalaman itu membawanya menulis lagu Get Well Soon dengan Pharrell Williams.

Dalam lagu tersebut, terdapat lirik berbunyi my system is overloaded (sistem saya kelebihan beban) dan it’s all the voices in my head talking to one another (semua suara dalam kepala saya berbicara satu sama lain).

Apakah Kecemasan Dapat Membuat Tubuh Anda Sakit?

Ibu Ariana, Joan, mengungkapkan bahwa anak gadisnya menangis tanpa henti dan jarang berbicara selama dua hari setelah kejadian tersebut.

Awalnya, serangan itu menyebabkan Ariana enggan bernyanyi kembali dan tak mau tampil di panggung lagi.

Namun, suatu malam Ariana mendatangi Joan dan berubah pikiran.

"Bu, jujur saja, saya tidak akan pernah menyanyi lagi. Tetapi saya tidak akan bernyanyi lagi sampai saya bernyanyi di Manchester terlebih dahulu," Joan menirukan kata-kata Ariana saat itu.

Berbicara tentang kembali ke panggung untuk pertama kalinya sejak serangan itu, Ariana menggambarkan pengalaman itu sebagai "mengerikan", memuji penggemarnya karena mengilhami dia untuk terus tampil.

"Mengapa saya menebak-nebak untuk berada di panggung dan berada di sana untuk mereka?" katanya.

“Kota itu, dan tanggapan mereka? Itu mengubah hidup saya. "

Komentar tersebut datang tak lama setelah ia mengungkapkan kepada Vogue Inggris bahwa ia telah mengatasi gejala gangguan stres pasca-trauma (PSTD) sejak diserang.

"Sangat sulit untuk dibicarakan karena begitu banyak orang menderita kerugian yang sangat besar dan luar biasa. Tapi ya, itu nyata," katanya, dilansir dari Independent.

"Saya tahu keluarga dan penggemar saya, dan semua orang di sana juga mengalami banyak hal yang luar biasa. Waktu adalah hal terbesar."




(DEV)