Suplemen Antioksidan Bantu Kurangi Efek Buruk Gangguan Fibrosis

Sri Yanti Nainggolan    •    Selasa, 03 Jul 2018 16:21 WIB
studi kesehatan
Suplemen Antioksidan Bantu Kurangi Efek Buruk Gangguan Fibrosis
(Foto: Healthline)

Jakarta: Sebuah penelitian menemukan bahwa pemberian vitamin yang mengandung antioksidan  dapat menurunkan perburukan progresif (eksaserbasi) pernapasan pada orang dengan gangguan fibrosis kistik. 

Fibrosis kistik adalah penyakit genetika yang menyebabkan lendir-lendir di dalam tubuh menjadi kental dan lengket, sehingga menyumbat berbagai saluran, terutama saluran pernapasan dan pencernaan.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa multivitamin yang diperkaya antioksidan oral aman dan mampu ditoleransi tubuh dengan baik, serta meningkatkan konsentrasi antioksidan sistemik dan penurunan sementara peradangan sistemik.

"Orang dengan fibrosis kistik biasanya mengalami infeksi bakteri kronis, yang menyebabkan peradangan dan pelepasan sejumlah besar spesies oksigen reaktif di saluran udara," kata Scott D Sagel, Profesor di University of Colorado, Amerika Serikat dilansir dari The Health Site.

Jika normalnya tubuh akan memimpin pertahanan antioksidan untuk menetralkan tekanan oksidan, tetapi fibrosis kistik ditandai oleh kekurangan antioksidan. Hal tersebut berkontribusi terhadap ketidakseimbangan oksidan-antioksidan dan lebih banyak peradangan, yang menyebabkan kerusakan paru-paru dan hilangnya fungsi paru secara progresif, tambah Sagel.

Penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine tersebut melibatkan hampir 100 pasien untuk studi selama 16 minggu di mana 53 persen dari kelompok yang mendapat antioksidan mengalami 28 eksaserbasi, dibandingkan dengan 68 persen dari kelompok kontrol yang mengalami 39 eksaserbasi.

Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa 50 persen mengalami pengurangan risiko eksaserbasi pertama yang membutuhkan antibiotik pada mereka yang menerima antioksidan tambahan. 

"Meningkatkan status antioksidan dalam fibrosis kistik adalah tujuan klinis yang penting dan mungkin memiliki efek positif pada kesehatan," kata Sagel.

"Sementara suplemen antioksidan tampaknya tidak menggunakan efek antiinflamasi berkelanjutan, kami percaya efeknya pada waktu untuk eksaserbasi paru pertama adalah signifikan dan bermakna secara klinis," kata Sagel, menambahkan bahwa peningkatan status antioksidan saja dapat membenarkan penggunaannya.

"Mengembangkan perawatan antiinflamasi yang aman dan efektif tetap menjadi prioritas utama komunitas fibrosis kistik," katanya.




(DEV)