Konsumsi Daging Merah Tingkatkan Risiko Endometriosis

Raka Lestari    •    Minggu, 01 Jul 2018 16:11 WIB
studi kesehatan
Konsumsi Daging Merah Tingkatkan Risiko Endometriosis
(Foto: Huffington Post)

Jakarta: Rasa nyeri yang dialami perempuan saat haid umumnya bersifat normal. Namun faktanya, ada juga nyeri yang menjadi indikasi sebuah penyakit, seperti endometriosis.

Endometriosis merupakan sebuah kondisi dimana tumbuhnya jaringan yang serupa dengan dinding rahim (endometrium), di luar rahim (uterus). Hal ini menimbulkan reaksi peradangan yang lama sehingga menimbulkan jaringan parut.

Pertumbuhan jaringan ini biasanya terbentuk akibat darah haid yang seharusnya keluar, berbalik arah ke organ lain. Endometrium menempel pada bermacam-macam organ, seperti indung telur, saluran pencernaan, saluran kencing, vagina, hingga ke usus.

Penelitian yang dilakukan Fred Hutchinson Cancer Research Center di Washington, Amerika Serikat mengungkapkan bahwa wanita yang makan daging dua kali sehari memiliki potensi 56 persen lebih tinggi untuk mengembangkan endometriosis dibandingkan wanita yang mengonsumsi daging satu atau kurang dari sekali seminggu.

Meskipun penyebab pasti dari endometriosis belum ditemukan, para peneliti dalam studi tersebut menunjukkan bahwa konsumsi daging merah yang tinggi dapat memengaruhi hormon yang memicu kondisi endometriosis.

Dikutip dari Metro, studi sebelumnya yang dilakukan oleh University of Leeds menyebutkan bahwa diet tinggi daging merah juga dapat meningkatkan risiko berbagai jenis kanker usus pada wanita.

Tak hanya itu, Universitas Glasgow menerbitkan sebuah studi yang melibatkan lebih dari 273 ribu wanita menemukan bahwa wanita paruh baya yang mengonsumsi tiga potong bacon seminggu memiliki risiko yang lebih tinggi terkena kanker payudara.




(DEV)