Studi: Risiko Kanker Makin Meningkat di Usia Dewasa Muda

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 28 Mar 2018 17:27 WIB
kankerobesitasstudi kesehatan
Studi: Risiko Kanker Makin Meningkat di Usia Dewasa Muda
Studi yang dipublikasi dalam jurnal Obesity tersebut dilakukan secara kuantitatif dan data anekdotal yang mendukung hubungan antara obesitas dini dan kanker spesifik. (Foto: Christopher Campbell/Unsplash.com)

Jakarta: Sebuah studi menemukan bahwa obesitas dapat meningkatkan risiko 13 kanker pada usia dewasa muda. 

Penelitian meta-analisis tersebut mendeskripsikan bagaimana obesitas membuat jenis kanker tertentu menyerang kelompok usia yang lebih muda. 

"Orang muda dengan indeks massa tubuh (IMT) di atas 30 cenderung mengalami penyakit berbahaya agresif," ujar pemimpin studi Nathan A. Berger, professor di Case Western Reserve University.

Obeitas secara permanen dapat mengubah kecenderungan orang muda dalam perkembangan kanker. Meskipun bobot telah menurun, risiko kanker masih ada. 

"Jika Anda obesitas, Anda berisiko lebih tinggi terkena kanker. Jika berat badan menurun, maka prognosis dapat berkembang dan menurunkan risiko, tak benar-benar hilang."

Obesitas dapat menyebabkan perubahan DNA seseorang, termasuk penanda genetik yang dapat meningkatkan risiko kanker dan bertahan meskipun berat badan telah menurun. 


(Sebuah studi menemukan bahwa obesitas dapat meningkatkan risiko 13 kanker pada usia dewasa muda. Foto: Allef Vinicius/Unsplash.com)

(Baca juga: Obesitas Tingkatkan Risiko 8 Jenis Kanker)

Dari 20 jenis kanker yang paling umum dialami warga Amerika, sembilan diantaranya paling banyak menyerang usia dewasa muda. 

Penelitian yang dilakukan pada tahun 2016 tersebut satu dari 10 kasus kanker payudara baru dan satu dari empat kasus tiroid baru terjadi pada kelompok usia 20-44 tahun. 

Studi yang dipublikasi dalam jurnal Obesity tersebut dilakukan secara kuantitatif dan data anekdotal yang mendukung hubungan antara obesitas dini dan kanker spesifik.

Penelitian tersebut mengutip sebuah penelitian yang melibatkan sekitar 1,1 juta orang yang dilacak dari waktu ke waktu. Mereka yang kelebihan berat badan pada masa remaja, antara 16 dan 19 tahun, memiliki peningkatan risiko terkena kanker usus besar sebesar 1,5 kali lipat pada usia 48 tahun.








(TIN)