Selain Bermanfaat, Konsumsi Asam Folat saat Hamil Punya Efek Samping

Raka Lestari    •    Senin, 09 Apr 2018 17:42 WIB
kehamilan
Selain Bermanfaat, Konsumsi Asam Folat saat Hamil Punya Efek Samping
(Foto: Shutterstock)

Jakarta: Berdasarkan penelitian yang dilakukan Adelaide University, ditemukan bahwa mengonsumsi suplemen asam folat sampai tahap akhir kehamilan bisa meningkatkan risiko alergi pada beberapa anak.

Asam folat adalah zat yang paling penting dikonsumsi pada masa sebelum kehamilan sampai trimester pertama kehamilan berakhir untuk meminimalkan risiko cacat janin dan membantu perkembangan sistem saraf pusat.

Tetapi pengujian pada hewan menunjukkan bahwa melanjutkan asupan suplemen yang mengandung asam folat dapat mengurangi perlindungan alami dari alergi yang dialami beberapa bayi sebagai akibat komplikasi umum pada sekitar 10 persen kehamilan. 

"Mengonsumsi suplemen asam folat selama trimester pertama kehamilan sangat penting untuk mengurangi risiko cacat tabung saraf," jelas Dr Kathy Gatford, dari Uni's Robinson Research Institute, dilansir dari News.com.

"Namun, mengonsumsi suplemen dengan kandungan asam folat sampai  tahap akhir kehamilan tidak mengurangi risiko itu, dan ada semakin banyak bukti bahwa ini dapat meningkatkan risiko alergi pada bayi yang akan dilahirkan," tambah dia.

Tabung saraf berkembang di dalam otak dan sumsum tulang belakang. Negara Australia merekomendasikan suplemen harian asam folat, sejenis vitamin B, setidaknya satu bulan sebelum dan tiga bulan setelah pembuahan dan sebaiknya dikonsumsi tidak melebihi trimester pertama. 

Tim riset Dr Gatford telah menemukan bahwa domba yang lahir dari kehamilan yang dibatasi penggunaan asam folat cenderung tidak rentan terhadap alergi telur. Sedangkan pada domba yang lahir dari kehamilan yang diberikan asam folat sampai akhir kehamilan kehilangan manfaat tersebut. 






(DEV)