Survei: Banyak Generasi Milenial Stres karena Tekanan Kerja

Sri Yanti Nainggolan    •    Selasa, 15 May 2018 11:14 WIB
survei
Survei: Banyak Generasi Milenial Stres karena Tekanan Kerja
(Foto: Shutterstock)

Jakarta: Sebuah studi menemukan bahwa generasi milenial mengalami tekanan lebih banyak dalam pekerjaan dibandingkan rekan kerja yang lebih tua. Dalam rangka Minggu Kesadaran Kesehatan Mental (14-20 Mei), Mental Health Foundation (MHF) melakukan sebuah survei pada 4.500 orang terkait tekanan di tempat kerja.

Hasilnya, kaum milenial yang berusia 18-38 tahun merasakan lebih banyak tekanan dibandingkan rekan kerja mereka yang lahir lebih dulu, atau generasi baby boomers. Selain itu, lebih dari seperempat generasi milenial sudah menyadari bahwa pekerjaan mereka memang banyak tekanan.

Kemudian, 34 persen kaum milenial juga merasa tekanan tersebut membuat mereka kurang produktif, sementara di satu sisi, hanya 19 generasi baby boomers yang merasa demikian.

Secara keseluruhan, 14 persen dari kedua generasi tersebut merasa kurang nyaman membicarakan kesehatan mental dengan atasan mereka.

"Dampak kesehatan mental dalam pekerjaan dapat mengikuti hingga di rumah. Pekerjaan yang baik dan membuat kita aman dapat meningkatkan kesehatan mental, demikian juga sebaliknya," ujar Richard Grange, juru bicara MHF pada The Times.

Menurutnya, kaum milenial cenderung memiliki kontrak yang tak pasti, pendapatan rendah, dan beban kerja yang lebih banyak.

"Tekanan yang dialami pasar pekerja saat ini sangat sulit untuk generasi sebelumnya."

Survei tersebut juga memberikan fakta mengejutkan, dimana sepertiga penduduk Inggris merasa ingin bunuh diri karena stres.

Sebanyak 32 persen orang dewasa mengungkapkan bahwa stres membuat mereka ingin bunuh diri, sementara 16 persen dari mereka telah melukai diri sendiri karena banyaknya tekanan yang dialami. Perasaan tersebut cenderung dirasakan wanita dan kaum dewasa muda.

Laporan tersebut mengharapkan adanya perubahan sosial dalam pengobatan kesehatan mental, termasuk adanya aturan baru untuk para pekerja dalam hal perawatan risiko stres dan kesehatan mental yang ditanggapi secara serius, sama seperti kesehatan dan keamanan fisik.

Lihat video:




(DEV)