Pentingnya Upaya Kemandirian Pasokan dan Produksi Vaksin

Raka Lestari    •    Selasa, 15 May 2018 07:52 WIB
kesehatan
Pentingnya Upaya Kemandirian Pasokan dan Produksi Vaksin
Pemberian vaksin, seperti kita ketahui merupakan salah satu upaya dalam melindungi manusia terhadap berbagai penyakit. (Foto: Drew Hays/Unsplash.com)

Jakarta: Kondisi masyarakat secara global terus menerus menghadapi ancaman penyakit, baik berupa penyakit infeksi baru ataupun infeksi lama berulang yang akan menyebabkan risiko pandemi global.

Namun sayangnya, laju pengembangan penelitian dan teknologi kesehatan lebih lambat dan tidak dapat mengikuti cepatnya perkembangan penyakit yang ada.

Dampak dari kondisi tersebut terutama dirasakan pada Low Middle Income Country (LMIC) yang saat ini masih mengalami permasalahan kesehatan, akan lebih rentan terhadap wabah penyakit yang mungkin terjadi karena kapasitas respons yang tidak memadai, selain dikarenakan kepadatan dan pertumbuhan penduduk yang tinggi, serta iklim tropis menyebabkan penyebaran penyakit menular tidak dapat dihindari.

Pemberian vaksin, seperti kita ketahui merupakan salah satu upaya dalam melindungi manusia terhadap berbagai penyakit.

Sayangnya, hingga saat ini belum semua negara memiliki kemampuan untuk menyediakan vaksin maupun obat lain yang dibutuhkan untuk profilaksis maupun pengobatan terutama dalam mengatasi wabah penyakit menular.

(Baca juga: Berikan Anak Imunisasi Rutin Lengkap, Ini Rinciannya)

Untuk itu Indonesia akan memulai kegiatan sebagai The Organization of Islamic Cooperation (OIC) Centre of Excellence (CoE) on Vaccines and Biotechnology Products, dengan menyelenggarakan workshop sekaligus kegiatan peluncuran di Jakarta. 

"Ini untuk menindaklanjuti resolusi pertemuan Islamic Conference of Health Ministers (ICHM) ke-6 di Jeddah pada 6-7 Desember 2017 lalu, yang telah menunjuk Indonesia sebagai Centre of Excellence (CoE) produksi vaksin dan produk bioteknologi", ujar Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M(K). 

Keberadaan The OIC CoE dimaksudkan untuk mendukung penelitian dan pengembangan vaksin dan sediaan biologis yang lebih efisien dalam mengantisipasi wabah penyakit yang tidak dapat diprediksi.

Dalam pelaksanaannya, CoE akan menjadi sentra aktivitas pengembangan vaksin dan produk bioteknologi, serta menjadi forum kolaborasi para peneliti dalam melakukan inovasi dan berbagi pengetahuan terkait proses produksi di bidang vaksin dan produk bioteknologi.

"CoE diharapkan dapat menghasilkan penelitian dan pengembangan yang bisa dimanfaatkan oleh seluruh anggota di masa mendatang," imbuh Menkes.





(TIN)