Hubungan Antara Gangguan Makan dengan Otak

Sri Yanti Nainggolan    •    Sabtu, 28 Jul 2018 13:54 WIB
kesehatan
Hubungan Antara Gangguan Makan dengan Otak
Hubungan Antara Gangguan Makan dengan Otak (Foto: gettyimages)

Jakarta: Gangguan makan dapat memengaruhi pola pikir otak dan kemampuan untuk merasakan sesuatu, demikian menurut sebuah studi.

Salah satu gangguan makan yang jelas beperan dalam hal ini adalah anorexia nervosa, gangguan makan yang membuat orang terobsesi dengan berat badan mereka.

Jika kebanyakan orang senang dengan rasa manis, penderita gangguan makan cenderung menganggapnya sebagai ancaman pada berat badan.

Itu karena sirkuit otak yang berkaitan dengan dopamin menjadi lebih aktif dan memicu kecemasan.

"Ketika Anda menurunkan berat badan, respons otak Anda naik tetapi bukannya membuat ingin makan, kami percaya itu meningkatkan kecemasan pada anoreksia nervosa, yang membuat mereka ingin membatasi lebih banyak. Ini kemudian menjadi lingkaran setan," kata penulis utama Guido Frank dari Fakultas Kedokteran Universitas Colorado di AS.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal JAMA Psychiatry tersebut meneliti lebih dari 100 peserta termasuk 56 wanita remaja dan dewasa muda dengan anoreksia nervosa berusia antara 11 dan 21 tahun dan 52 peserta kontrol yang sehat.

Hasilnya, respons otak yang lebih tinggi menyebabkan penghindaran bahaya yang lebih tinggi pada mereka dengan anorexia nervosa. Akibatnya muncul rasa tak puas pada tubuh sendiri pada mereka yang memiliki kecemasan dan ketakutan berlebih.

"Respons sistem hadiah dopamin yang ditingkatkan merupakan adaptasi terhadap kelaparan. Individu yang rentan terhadap pengembangan anorexia nervosa bisa sangat sensitif terhadap pembatasan makanan dan adaptasi respons selama periode pengembangan," kata studi tersebut.


 


(ELG)