Beda Heat Stroke dan Panas karena Kelelahan

Torie Natalova    •    Selasa, 17 Jul 2018 08:00 WIB
kesehatan
Beda Heat Stroke dan Panas karena Kelelahan
Adapun gejala-gejala heat stroke dan kelelahan akibat panas sebagai berikut. (Foto: Joshua Rawson-Harris/Unsplash.com)

Jakarta: Panas kelelahan dan heat stroke atau serangan panas adalah penyakit yang berhubungan dengan panas berbahaya. Meski memiliki beberapa gejala yang sama, ada perbedaan utama yang harus diperhatikan agar Anda bisa mengetahui kapan harus mendapat tindakan medis.

Pemicu heat stroke dan panas karena kelelahan terjadi setelah terpapar suhu tinggi dan kelembapan. Biasanya dikombinasikan dengan olahraga yang berat dan kurangnya minum. Ini dapat terjadi dengan cepat atau selama beberapa hari.

Dilansir dari Prevention, heat stroke adalah penyakit yang berhubungan dengan panas yang paling parah dan jika tidak ditangani dapat menyebabkan kematian. 

Ada dua tipe heat stroke, yang pertama yakni tradisional heat stroke yang datang secara bertahap dan sering memengaruhi orang berusia sangat muda dan lanjut usia.

Kedua, heat stroke eksersional yang paling sering memengaruhi atlet dan siapa saja yang bekerja atau olahraga di tempat panas.


(Panas kelelahan dan heat stroke atau serangan panas adalah penyakit yang berhubungan dengan panas berbahaya. Meski memiliki beberapa gejala yang sama, ada perbedaan utama yang harus diperhatikan agar Anda bisa mengetahui kapan harus mendapat tindakan medis. Foto: Courtesy of Daniel Grill/Getty Images)

(Baca juga: Penelitian Terbaru: Kegemukan Dipengaruhi Suhu Tubuh)

Adapun gejala-gejala heat stroke dan kelelahan akibat panas sebagai berikut.

1. Kelelahan panas
Ketika tubuh seseorang tidak bisa mendingin, suhu mereka akan naik. Keringat berlebih dan dingin, kulit yang berkeringat adalah tanda-tanda utama bersamaan dengan perasaan lemah, pusing, atau khawatir, sakit kepala, mual dan detang jantung yang cepat tapi lemah, juga sering terjadi. Seseorang yang mengalami ini bahkan mungkin mengalami pingsan.

2. Heat stroke
Seseorang dengan serangan panas ini dapat berhenti berkeringat dan memiliki kulit yang panas, merah, kering, sering menjadi bingung, mengeluh sakit kepala berdenyut, atau merasa pusing dan mual. Kulit juga menjadi merah, denyut nadi menjadi cepat dan kuat, serta kemungkinan mengalami kesulitan bernapas atau hilang kesadaran.

Untuk mencegah terjadinya kedua jenis rasa panas ini, Anda dapat menghindari olahraga di cuaca yang panas dan lembap, rajin minum air putih, minum cairan elektrolit untuk membantu tubuh mendapatkan cairan lebih cepat, hindari alkohol pada malam sebelumnya untuk menghindari dehidrasi, gunakan baju yang nyaman dan longgar.





(TIN)