4 Makanan yang Menghambat Pembakaran Kalori dalam Tubuh

Torie Natalova    •    Rabu, 23 Aug 2017 10:44 WIB
diet
4 Makanan yang Menghambat Pembakaran Kalori dalam Tubuh
(Foto: Women's Health)

Metrotvnews,com, Jakarta: Sistem metabolisme tubuh yang lancar dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan tubuh Anda. Sistem metabolisme yang cepat dapat membakar kalori dengan cepat, begitu pun sebaliknya, sistem metabolisme yang lambat akan menghambat pembakaran kalori.

Minuman yang bersoda atau mengandung sirup jagung fruktosa tinggi dapat menyebabkan sindrom metabolisme. Ini merupakan faktor pemicu penyakit berbahaya seperti diabetes, jantung dan stroke.

Pemanis buatan tersebut biasanya terdapat dalam makanan olahan dan minuman ringan. Mengonsumsi terlalu banyak pemanis buatan akan jauh lebih berbahaya daripada konsumsi gula berlebih.

Beberapa makanan berikut ini merupakan jenis makanan yang memperlambat metabolisme sehingga proses pembakaran kalori melambat dan memicu berat badan terus naik.

1. Tepung terigu

Roti putih dan pasta putih memiliki rasa yang lebih nikmat dibanding roti atau makanan yang terbuat dari gandum. Tepung terigu merupakan gandum yang diproses dan memiliki semua yang terbaik dari biji-bijian gandum seperti serat dan antioksidan, yang hilang karena prosesnya. Akibatnya, nutrisi dan kualitas tepung terigu lebih rendah dibanding gandum.

Karena tepung terigu memiliki sedikit serat, yang dapat memperlambat pencernaan, tubuh Anda memecahkan tepung lebih cepat dibanding gandum. Makanan yang tinggi serat seperti roti gandum berjalan lambat di pencernaan Anda sehingga Anda akan merasa kenyang lebih lama

2. Buah apel

Menurut peneliti studi yang diterbitkan dalam Environmental Health Perspective menemukan bahwa jenis tertentu dari fungisida yang digunakan pada buah dan sayuran, dapat menambah kenaikan berat badan. Karena itu, cobalah membeli buah organik untuk mengurangi paparan pestisida. Pastikan untuk selalu mencuci semua buah-buahan dan sayuran hingga bersih sebelum mengonsumsinya. Buah dan sayuran paling cepat menyerap pestisida dan bakteri jahat.


3. Daging sapi ternak

Daging sapi ternak mengandung lebih banyak antibiotik daripada daging sapi yang hanya memakan rumput alami. Sebuah studi menemukan, antibiotik di peternakan hewan dapat memberi efek buruk pada bakteri usus baik tubuh Anda. Perubahan bakteri dalam usus berkaitan dengan peningkatan berat badan karena perubahan yang negatif mempengaruhi cara kita mengolah makanan.

4. Asam lemak omega-6

Anda mungkin mengetahui kebaikan dari asam lemak omega-3 yang banyak terdapat pada ikan atau telur. Namun, hindari asam lemak omega-6 yang biasanya terdapat dalam makanan seperti mentega, paha ayam, kue dan lainnya karena dapat memperlambat metabolisme Anda.

Proses memasak dengan menggunakan minyak sayur dan terhidrogenasi lemak juga merupakan sumber omega-6 yang dapat memicu

peradangan dan berkaitan erat dengan obesitas. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nutrients menemukan, asupan omega-6 yang tinggi dapat meningkatkan resistensi insulin, suatu proses di mana tubuh kita mengubah karbohidrat menjadi lemak.



 


(DEV)