Musim Dingin Tingkatkan Kejadian Serangan Jantung

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 31 Aug 2017 12:06 WIB
studi kesehatan
Musim Dingin Tingkatkan Kejadian Serangan Jantung
(foto: shutterstock)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah analisa menemukan bahwa risiko serangan jantung lebih tinggi saat musim dingin dan menurun pada musim panas. Hal tersebut berkaitan dengan suhu udara yang merupakan pemicu dari gangguan tersebut.

Penemuan tersebut mengungkapkapkan bahwa jumlah rata-rata serangan jantung per hari secara signifikan meningkat saat suhu lebih dingin dibandingkan dengan suhu yang lebih hangat.

Ketika suhu cuaca kurang dari nol derajat Celsius, rata-rata jumlah serangan jantung naik menjadi empat, dibandingkan dengan saat suhu di atas 10 derajat Celsius.

Selain itu, kejadian serangan jantung juga lebih tinggi pada daerah dengan tingkat kecepatan angin lebih besar, durasi sinar matahari terbatas, dan kelembapan udara lebih tinggi.

"Terdapat variasi musim saat kejadian serangan jantung dimana insidensi menurun di musim panas dan meningkat di musim dingin," ujar pemimpin studi Moman A. Mohammad dari Lund University di Swedia.

"Studi kami secara konstan menunjukkan kejadian serangan jantung yang lebih tinggi pada daerah dengan suhu sekitar nol derajat. Penemuan ini menunjukkan hasil yang sama pada tingkat kecil, nasional, hingga regional dimana suhu udara adalah pemicu serangan jantung."

Tubuh merespon dingin dengan cara menarik pembuluh darah pada permukaan sehingga menurunkan konduksi panas pada kulit dan kemudian meningkatkan tekanan darah arteri.

Respons lain yang muncul adalah mengigil dan meningkatkan detak jantung dimana tingkat metabolisme juga meningkat bersamaan dengan suhu tubuh.

"Pada orang sehat, mekanisme ini bisa ditoleransi. Namun hal tersebut bisa menyebabkan serangan jantung pada orang yang memiliki plak atherosklerotik pada arteri koroner," tambah Mohammad.

Infeksi saluran pernapasan dan flu juga merupakan salab satu pemicu serangan jantung yang berkaitan dengan variasi musim.

"Perilaku berdasarkan musim seperti aktivitas fisik yang menurun dan perubahan pola makan juga dapat meningkatkan kejadian serangan jantung selama musim lebih dingin," tukas Mohammad.

Penelitian  yang dipresentasikan dalam European Society of Cardiology Congress di Barcelona tersebut melibatkan lebih dari 280 ribu partisipan untuk melihat hubungan antara kejadian serangan jantung dengan kondisi cuaca seperti suhu udara, durasi sinar matahari, munculnya salju, dan tekanan udara.




(DEV)