Kolesterol Sebetulnya Baik

   •    Senin, 24 Jul 2017 11:53 WIB
kolesterol
Kolesterol Sebetulnya Baik
Ilustrasi. (Metrotvnews.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kolesterol sudah lama menjadi momok bagi masyarakat di Indonesia bahkan dunia. Kolesterol seringkali dikaitkan dengan berbagai macam penyakit seperti serangan jantung atau stroke. 

Padahal, menurut Spesialis Penyakit Dalam dr. Stevent Sumantri, kolesterol merupakan zat yang diproduksi sendiri oleh tubuh dan sesungguhnya memberi manfaat bagi tubuh.

"Kolesterol itu merupakan senyawa lemak yang dibentuk oleh hati dan itu merupakan komponen penting dari berbagai macam fungsi dalam tubuh kita," ungkapnya dalam Metro I-Care, Minggu 23 Juli 2017.

Stevent mengatakan kolesterol juga dipakai untuk memproduksi hormon, terutama steroid dalam tubuh. Kolesterol juga dipakai untuk memproduksi vitamin D dan menjadi komponen utama otak.

Menurut Steven, isu bahwa kolesterol memberi dampak buruk pada tubuh bermula dari penelitian seorang ahli yang menyebut bahwa ada korelasi antara tingginya angka kejadian stroke dan serangan jantung dengan asupan kolesterol di beberapa negara seperti Prancis dan Skandinavia.

"Tapi ternyata dia menyembunyikan banyak data bahwa ada negara-negara yang asupan kolesterol lemaknya banyak tapi di sana serangan jantungnya rendah," katanya.

Sementara yang terjadi di Indonesia, masyarakat mulai mengadopsi gaya hidup barat, mengurangi aktivitas fisik, bekerja di belakang komputer dan sering berkendara kemanapun. Kondisi ini diperparah dengan kebiasaan merokok, stres dan kurang istirahat.

Hal-hal inilah yang menurut Stevent menjadi pencetus kolesterol di dalam tubuh yang seharusnya bermanfaat justru menjadi jahat.

"Kita mau kolesterol kita normal kita harus cari tau gaya hidup kita, makanan, stres, olahraga, kopi atau rokok kita ada masalah tidak? Itu yang harus kita atasi," kata Stevent.

Stevent mengatakan bahwa orang selalu bilang LDL adalah kolesterol jahat yang menyebabkan serangan jantung atau stroke sedangkan HDL adalah kolesterol baik yang bermanfaat bagi tubuh. Padahal faktanya LDL dan HDL sama-sama memiliki peran penting dalam tubuh.

LDL bertugas membawa membawa kolesterol yang telah disintesis oleh hati ke tempat kerusakan, misalnya kerusakan sel. Kolesterol yang telah menyembuhkan kerusakan itulah yang kemudian dibawa kembali oleh HDL ke hati untuk disintetis ulang.

"Jadi bukan LDL yang buruk, tetapi ketika kita merokok, stres, kurang istirahat, makan junkfood, kurang olah raga, LDL dalam tubuh kita berubah jadi mudah mengendap," jelasnya.




(MEL)