Demam Usai Imunisasi tak Berbahaya

   •    Senin, 10 Jul 2017 12:13 WIB
imunisasi
Demam Usai Imunisasi tak Berbahaya
Ilustrasi pemberian vaksin pada bayi. (Foto: ANTARA/Nyiman Budhiana)

Metrotvnews.com, Jakarta: Banyak orang tua yang enggan membawa anaknya ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk diberikan vaksin atau imunisasi. Kondisi anak yang sakit pasca-imunisasi menjadi alasan para orang tua tidak membawa anaknya untuk diberikan vaksinasi.

Padahal, menurut Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Hindra Irawan Satari, sakit seperti demam pada anak pasca-vaksinasi bisa saja terjadi namun hal itu tak perlu dikhawatirkan.

"Memang akan demam, biasanya bervariasi tergantung kondisi anak. Tetapi tidak ada yang berlangsung lebih dari 24 jam. Kalau lebih kemungkinan anaknya sudah sakit lebih dahulu," ujarnya, dalam Metro Plus, Senin 10 Juli 2017.

Menurut Hindra, pada dasarnya vaksin bisa berasal dari bakteri, virus, atau kuman yang dilemagkan. Kadang sifat kuman itu masih terkandung dalam vaksin dan menjadi penyebab bayi atau anak demam. Namun, Hindra memastikan tidak ada demam yang terjadi berhari-hari lantaran vaksin.

"Vaksin itu aman," tegas Hindra. 

Hindra mengatakan pemberian vaksin apapun yang khusus diberikan pada bayi maupun anak-anak dipastikan aman. Termasuk jika vaksin diberikan secara bersamaan. Misalnya, pemberian vaksin DPT digabung dengan vaksin polio, campak atau vaksin-vaksin lain. 

Menurut Hindra, pemberian vaksin ganda masih lebih kecil dibandingkan dengan paparan kuman di permukaan tubuh yang didapatkan oleh setiap orang setiap harinya.

"Kita terpapar tetapi dengan dosis yang rendah dan tidak menderita sakit. Jadi hanya beberapa komponen saja dibandingkan dengan yang kita alami sehari-hari. Karena tubuh mampu membaca, menangkap, menetralisir dan mampu membentuk imun sistem," katanya.

Pun andai kata seorang anak atau balita terlambat untuk mendapatkan imunisasi dasar, Hindra tetap mengimbau para orang tua untuk membawa anaknya ke fasilitas-fasilitas pelayanan kesehatan. Tidak ada efek negatif jika anak terlambat mendapatkan imunisasi atau belum melengkapi imunisasi dasar.

"Enggak ada istilah terlambat. Kapanpun selama anak itu sehat segera datang. Kalau ada bukunya diperlihatkan kemudian dilanjutkan, semua bisa diselesaikan. Lebih cepat lebih baik."




(MEL)