Jenis Makanan Berikut Baik untuk Dikonsumsi Anak Sebelum Ujian

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 15 Mar 2017 15:26 WIB
kesehatan anak
Jenis Makanan Berikut Baik untuk Dikonsumsi Anak Sebelum Ujian
Konsumsi makanan yang baik dapat membantu mengurangi stres, menenangkan saraf, menjaga tubuh tetap bergerak dan aktif, mencegah ngantuk, menjaga sel-sel otak tetap ternutrisi sehingga meningkatkan memori. (Foto: Pinterest/Deliciouslysprinkled.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebagai orangtua, salah satu cara untuk mendukung anak saat menghadapi ujian adalah dengan menyediakan makanan yang bergizi agar anak berenergi untuk mempersiapkan diri. 

Kebanyakan anak merasa stres selama masa ujian karena mereka harus belajar lebih lama untuk mendapatkan nilai bagus. Hal tersebut dapat memengaruhi pola makan mereka dimana mereka akan sembarang makan sehingga cenderung mudah sakit dan lelah. 



"Makanan adalah hal yang penting bagi perkembangan otak. Otak mengalami stres maksimal saat masa ujian karena belajar lebih lama dan tekanan untuk mengingat berbagai materi agar bisa mendapatkan nilai memuaskan," ujar konsultan atau ahli gizi Dhvani Shah, seperti dikutip The Health Site. 

Oleh karena itu, konsumsi makanan yang baik dapat membantu mengurangi stres, menenangkan saraf, menjaga tubuh tetap bergerak dan aktif, mencegah ngantuk, menjaga sel-sel otak tetap ternutrisi sehingga meningkatkan memori.

(Baca juga: Sudahkah Anda Memberi Anak Asupan Bernutrisi?)

Makanan yang baik untuk anak adalah makanan yang mengandung indeks glikemik rendah karena tak akan menaikkan gula darah dengan cepat dan mencegah badan menjadi lesu. Contoh dari makanan ini adalah kacang-kacangan, smoothie, dan sandwich sayuran dengan keju. 

Sementara, ada juga jenis makanan yang tak baik dikonsumsi sebelum ujian, yaitu jenis makanan yang tinggi gula, lemak, dan pengawet karena dapat menyebabkan rasa kantuk. 

Beberapa contoh makanan yang perlu dihindari adalah jus buah kemasan, makanan cepat saji (pizza atau burger), dan makanan yang digoreng terlalu lama. 

Makanan tersebut dapat merusak sel otak dan menyebabkan rasa tegang. Oleh karena itu, selain mengonsumsi makanan bergizi, perbanyak minum air putih agar anak tidak dehidrasi. 






(TIN)