Cegah Kanker Serviks Sejak Dini dengan Imunisasi

Nia Deviyana    •    Minggu, 27 Nov 2016 15:18 WIB
kanker serviks
Cegah Kanker Serviks Sejak Dini dengan Imunisasi
(Foto: Shutterstock)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kanker serviks atau kanker leher rahim menjadi kasus terbesar yang paling banyak merenggut nyawa perempuan di Indonesia. Data Information Centre on HPV and Cervical Cancer WHO menunjukkan, 2 dari 10 ribu perempuan di Indonesia menderita kanker serviks, dan ada 26 perempuan meninggal setiap harinya karena penyakit ini.

Program nasional pencegahan kanker leher rahim yang sudah dilaksanakan saat ini adalah dengan deteksi dini dengan metode IVA. Pencegahan kanker leher rahim akan semakin efektif jika dibarengi dengan dilakukannya upaya proteksi spesifik dengan melakukan imunisasi HPV.

Manfaat Imunisasi HPV

Hasil penelitian selama 14 tahun menunjukkan, setelah mendapat imunisasi HPV penerima vaksin masih terproteksi 100 persen terhadap HPV tipe 16 dan 18 sehingga tidak diperlukan imunisasi ulang.

Data WHO per September 2016 menunjukkan, saat ini baru 67 dari 194 negara di dunia yang sudah mengimplementasikan program imunisasi HPV. Hasilnya, ada manfaat yang signifikan untuk menurunkan beban penyakit kanker serviks, dan  penyakit terkait infeksi HPV lainnya.

Imunisasi HPV merupakan pencegahan primer kanker serviks dimana tingkat keberhasilannya dapat mencapai 100 persen jika diberikan sebanyak 2 kali pada kelompok usia yang belum pernah terinfeksi HPV, yaitu  pada populasi  anak perempuan usia 9-13 tahun yang merupakan usia sekolah dasar.

Pemerintah merencanakan penambahan vaksin baru ke dalam program imunisasi nasional yaitu vaksin HPV dengan pemberian imunisasi HPV kepada siswi perempuan kelas 5 (dosis pertama) dan 6 (dosis kedua) SD/MI dan sederajat baik negeri maupun swasta melalui program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).

Kegiatan pemberian imunisasi HPV melalui program BIAS ini diawali dengan pemberian imunisasi di lokasi percontohan yang memiliki angka prevalensi kanker serviks yang tinggi dan dipandang memiliki kesiapan dalam melaksanakan imunisasi HPV, yaitu provinsi DKI Jakarta pada Oktober lalu, dan akan dilanjutkan pada tahun depan di dua kabupaten di provinsi DIY yaitu kabupaten Kulonprogo dan Gunung Kidul.

Pelaksanaan imunisasi HPV dalam Kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di DKI Jakarta sudah mendapatkan rekomendasi dari Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization).

Keamanan vaksin HPV

Sejak pertama kali mendapat izin edar pada 2006, lebih dari 200 juta dosis vaksin HPV telah dipakai di seluruh dunia. WHO merekomendasikan agar vaksin HPV masuk dalam program imunisasi nasional.
 
Namun, ada banyak mitos terkait pemberian vaksin ini, salah satunya menyebabkan kemandulan. Hal inilah yang membuat banyak orang takut melakukan pencegahan dengan vaksin.

Primary Ovarian Insufficiency (POI), adalah istilah yang digunakan oleh praktisi medis ketika ovarium seorang perempuan berhenti bekerja normal sebelum dia berusia 40 tahun. Hal ini jarang terjadi pada remaja. Kemenkes menegaskan, sampai saat ini tidak ada bukti yang menunjukkan adanya hubungan kejadian POI ini dengan penggunaan vaksin HPV.


(DEV)