7 Gejala Awal Orang Mengidap Diabetes

Gervin Nathaniel Purba    •    Selasa, 28 Mar 2017 07:00 WIB
kalbe nutritionals
7 Gejala Awal Orang Mengidap Diabetes
Faktor risiko utama seseorang mengidap diabetes tipe 2 ialah obesitas dan tak banyak melakukan aktivitas fisik (Foto:Getty Images)

Metrotvnews.com, Jakarta: Semua orang tentu ingin selalu sehat. Namun, ada kalanya penyakit menyerang tanpa diduga. Salah satu penyakit yang cukup banyak pengidapnya ialah diabetes tipe 2.

Menurut Federasi Diabetes Internasional, pada 2016 pengidap diabetes di Indonesia diprediksi mencapai 10 juta orang, dengan rentang usia pengidap antara 20 hingga 79 tahun. Sementara, penelitian Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) dari Kementerian Kesehatan Indonesia pada 2013 menunjukkan bahwa sekitar 12 juta penduduk Indonesia yang berusia di atas 15 tahun menderita diabetes tipe 2.

Diabetes tipe 1 berbeda dengan tipe 2. Diabetes tipe 1 merupakan penyakit autoimun yaitu sistem kekebalan tubuh menyerang dan menghancurkan sel-sel pembuat insulin di pankreas. Faktor genetik diduga berperan dalam hal ini.

Pada diabetes tipe 2, tubuh masih memproduksi insulin, tetapi tidak menghasilkan dalam jumlah cukup atau tubuh mempunyai kesulitan menggunakan insulin secara efisien.

Faktor risiko utama seseorang mengidap diabetes tipe 2 ialah obesitas dan tak banyak melakukan aktivitas fisik. Riwayat keluarga yang mempunyai penyakit ini juga meningkatkan risiko.

Ada tujuh gejala umum yang menjadi penanda seseorang mengidap diabetes tipe 2, seperti dilansir Everydayhealth, berikut ini.

1. Sering buang air kecil

Ketika jumlah glukosa melebihi batas dalam darah, ginjal bereaksi dengan mendorongnya keluar dari darah ke dalam urin. Hal ini menyebabkan produksi urin berlebih dan kebutuhan buang air kecil menjadi lebih sering. Jika Anda sering terbangun pada tengah malam karena buang air kecil dan sering pipis pada siang hari, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk memastikan apakah Anda mengidap diabetes tipe 2.

2. Sering haus

Gula darah tinggi menyebabkan peningkatan produksi urin dan kebutuhan buang air kecil menjadi lebih sering. Akibatnya, tubuh kehilangan banyak cairan dan mengalami dehidrasi. Kemudian mulut menjadi kering dan merasa lebih sering haus. Jika Anda menyadari menjadi lebih sering minum atau mulut menjadi kering dan sering haus, ini bisa menjadi tanda diabetes 2.

3. Berat badan turun tanpa sebab

Bila Anda mengidap diabetes tipe 2, sel-sel dalam tubuh Anda tidak mendapatkan glukosa yang cukup yang berakibat pada menurunnya berat badan. Selain itu, sering buang air kecil karena diabetes yang tidak terkontrol  memungkinkan Anda kehilangan lebih banyak kalori dan air yang berimbas pada penurunan berat badan.

4. Menjadi lebih lapar

Orang dengan diabetes tipe 2 memiliki resistensi insulin, yang berarti tubuh tidak dapat menggunakan insulin dengan benar untuk membantu glukosa masuk ke dalam sel. Insulin tidak bekerja dengan baik di otot, lemak, dan jaringan lain sehingga pankreas mulai mengeluarkan lebih banyak insulin untuk mengimbangi.

5. Nyeri kaki dan mati rasa

Seiring waktu, kontak yang terlalu lama dengan gula darah tinggi dapat merusak saraf di seluruh tubuh, suatu kondisi yang disebut "neuropati diabetes." Akibatnya, bagian kaki mati rasa, kesemutan, atau nyeri. "Pada awalnya, (neuropati diabetik) biasanya dimulai di kaki dan kemudian berkembang ke atas," kata Dr Fernando Ovalle, MD, Direktur University of Alabama's Multidisciplinary Diabetes Clinic di Birmingham.

6. Sering infeksi

Perempuan pengidap diabetes tipe 2 lebih rentan mengalami infeksi vagina. Sebab, bakteri berkembang biak lebih cepat ketika kadar gula darah tinggi. Infeksi kaki juga umum dialami karena diabetes dapat merusak kaki, termasuk kulit, pembuluh darah, dan saraf. Masalah kaki lebih sering dialami penyandang diabetes stadium lanjut.

7. Pandangan buram

Lensa mata merupakan membran fleksibel yang disokong oleh otot-otot yang membuat mata tetap fokus. Bagi penyandang diabetes tipe 2 yang tidak terkontrol, kemampuan lensa menurun. Meskipun lensa tidak rusak, otot-otot mata harus bekerja lebih keras untuk memfokuskan penglihatan. Penglihatan buram terjadi ketika ada perubahan yang cepat dalam kadar gula darah, sedangkan mata belum bisa menyesuaikan dengan perubahan tersebut.

Penyandang diabetes dianjurkan mengatur pola makan dengan baik untuk mengontrol kadar diabetes. Makanan berserat seperti buah dan sayur sangat dianjurkan, serta harus mengurangi konsumsi makanan dan minuman bergula.

Untuk membantu mencukupi nutrisi harian, penyandang diabetes dapat mengonsumsi Diabetasol. Ini adalah asupan nutrisi pengganti makan yang lengkap dan seimbang untuk penyandang diabetes.

Keunggulan Diabetasol yaitu nilai gizinya lengkap dan seimbang sehingga bisa digunakan sebagai pengganti makan, Vitadigest yang merupakan kombinasi karbohidrat lepas lambat sehingga kenaikan gula darah setelah makan tidak meningkat secara drastis, serta Indeks Glikemiknya rendah (31) sehingga dapat diserap perlahan-lahan oleh tubuh.

Diabetasol tersedia dalam pilihan rasa cokelat, vanila, dan cappucino yang bisa dipilih sesuai selera. Diabetasol dapat diminum setiap hari, yaitu 2 gelas/hari sebagai pengganti makan utama (pagi dan malam) atau pengganti makan total (Per 60 gr/saji mengandung kalori 260 kkal).


(ROS)