Seberapa Sering Harus Mengganti Spons Mandi?

Torie Natalova    •    Kamis, 29 Sep 2016 11:55 WIB
tips kesehatan
Seberapa Sering Harus Mengganti Spons Mandi?
(Foto: Women's Health)

Metrotvnews.com, Jakarta: Tahukah Anda bahwa loofah atau spons mandi yang digunakan untuk membersihkan badan bisa menjadi sarang bakteri?

Hal itu terjadi karena sel-sel kulit mati terjerat dalam sudut dan celah spons mandi, setelah Anda mengggunakannya untuk menggosok kulit.

Kemudian, yang membuatnya semakin parah adalah Anda pasti menyimpan spons di dalam kamar mandi. Untuk Anda ketahui, kamar mandi merupakan tempat yang kotor dan lembab. Kondisi ini mempermudah jamur dan bakteri tumbuh pada spons.
(Baca: Dampak Cuci Muka dengan Sabun)

Sebuah studi yang diterbitkan Journal of Clinical Microbiology menemukan, spons mandi menjadi "tuan rumah" berbagai spesies bakteri, dan tempat tumbuh bakteri hanya dalam waktu semalam.

Jika Anda menggunakan spons penuh bakteri pada kulit yang baru dicukur, bakteri memiliki celah untuk masuk ke dalam tubuh dalam setiap goresan yang bisa menyebabkan iritasi dan infeksi.

Untuk mencegah masuknya bakteri ke dalam tubuh melalui spons mandi, sebaiknya rutin mengganti spons setidaknya tiga sampai empat minggu sekali untuk jenis natural. Sedangkan untuk spons jenis plastik, ganti setidaknya dua minggu sekali.

Ciri spons yang harus segera diganti adalah munculnya bintik-bintik jamur di bagian atas spons, atau mulai menimbulkan bau yang tidak sedap.

Agar spons mandi tahan lama, jangan meninggalkannya di dalam kamar mandi karena lingkungan lembap memicu tumbuhnya bakteri. Letakkan spon di tempat yang tidak lembap atau ruangan yang memiliki jendela terbuka.

Anda juga bisa mengganti spons dengan waslap atau kain lap untuk mandi. Waslap bisa dicuci jika kotor, sehingga menghindari tubuh terinfeksi bakteri.



Lihat Video: Bijak Konsumsi Antibiotik





(DEV)