4 Masalah Kejiwaan yang Sering Dialami Wanita

Torie Natalova    •    Jumat, 23 Sep 2016 15:31 WIB
psikologi
4 Masalah Kejiwaan yang Sering Dialami Wanita
Wanita lebih sering mengalami cemas dan depresi saat menghadapi sebuah masalah. (Foto: Prevention)

Metrotvnews.com, Jakarta: Wanita lebih sering mengalami cemas dan depresi saat menghadapi sebuah masalah. Hal tersebut terungkap melalui sebuah studi yang dilakukan The American Psychological Association's Journal of Abnormal Psychology. Sementara pria, lebih mungkin bisa mengatasi masalah tanpa mengalami kedua hal tersebut.

Lalu, apa sajakah penyakit mental yang sering dialami wanita? 

1. Cemas
Dari usia pubertas hingga 50 tahun, wanita lebih mungkin mengalami kecemasan dibandingkan pria. Gejala cemas bisa terlihat seperti khawatir berlebih, tegang, kelelahan, dan ketakutan. Memang, banyak faktor yang menjadi penyebab penyakit ini, termasuk norma sosial budaya dan stres. 

Berdasarkan penelitian di American Psychological Association's Journal of Abnormal Psychology, pria cenderung meluapkan emosi sementara wanita memilih memendamnya. Faktor biologi seperti hormon juga ikut mempengaruhi kesehatan mentalnya.

(Baca juga: Hindari Stres, Perempuan Mesti Punya Me Time)


2. Gangguan stres pascatrauma
Secara teknis gangguan stres pascatrauma atau post-traumatic stress disorder (PTSD) adalah jenis gangguan kecemasan termasuk gangguan panik, kecemasan, fobia, dan gangguan kecemasan perpisahan. Wanita empat kali lebih mungkin mengalaminya bahkan hingga kronis dibanding pria.

Wanita cenderung mengalami lebih banyak jenis trauma tertentu seperti pelecehan seksual, kekerasan rumah tangga ataupun yang berhubungan dengan risiko lebih besar untuk mengalami PTSD. Wanita biasanya bereaksi dengan menyalahkan dirinya sendiri. 

3. Depresi
10-15 persen wanita akan mengalami depresi di kehidupan mereka. Wanita lebih banyak melalui perubahan biologis yang signifikan di seluruh kehidupan mereka dibanding pria. Perubahan hormon bisa mendatangkan masalah pada kesehatan mental perempuan. Misalnya, tidak sedikit wanita yang mengalami depresi setelah melahirkan.

Masalah sosial juga ikut berperan dalam gangguan mental perempuan. Tak hanya diajari untuk menjaga pikiran dan perasaan, perempuan juga diharuskan menjaga penampilan. Terkadang, hal ini menimbulkan masalah kejiwaan.

Selain itu, faktor lingkungan atau budaya dimana wanita masih cenderung menanggung pekerjaan rumah dan mengasuh anak, bahkan bekerja bisa mempengaruhi mental wanita. Terkadang, wanita masih dipandang lebih rendah dibanding pria.

Jika tidak bisa mengatasi rasa bersalah akan kehilangan waktu bersama anak saat bekerja, stres dan rasa bersalah dapat memperburuk depresi pada wanita. Wanita yang depresi biasanya terlihat kelelahan, kurang motivasi atau menarik, dan lebih sering menangis. Sementara pria yang depresi cenderung marah-marah.

4. Gangguan makan
Gangguan makan biasanya lebih sering dialami oleh wanita, karena kebanyakan dari mereka ingin tampil cantik dengan bentuk tubuh yang ideal. Binge eating disorder adalah cara makan yang berlebihan dan sudah menjadi kebiasaan hingga tidak terkontrol.

Gangguan makan ini lebih banyak dialami wanita dibanding anoreksia dan bulimia. Data statistik di wilayah Amerika menunjukkan, wanita lebih banyak mengalami gangguan ini dibanding pria. Wanita, cenderung merahasiakan kebiasaannya makan banyak, karena hal itu dianggap memalukan.





(TIN)