Hamil Dengan Kista

Yatin Suleha    •    Senin, 10 Oct 2016 09:00 WIB
kehamilan
Hamil Dengan Kista
Kehamilan dengan endometriosis tentu kurang baik bagi janin, karena menciptakan kondisi yang kurang kuat bagi pertumbuhannya. (Foto: Lamchame)

Metrotvnews.com, Jakarta: Hamil dengan kista apakah berisiko? Ketika Anda hamil dengan kista endometriosis, kehamilan ini tentu saja harus dipantau secara teratur setiap bulannya.

Menurut dr. Budi Iman Santoso, SpOG (K) dari FKUI-RSCM, Jakarta mengatakan bahwa kista yang disebabkan oleh endometriosis bersifat genetik atau diturunkan, dan konsumsi makanan dan minuman tidak terlalu berpengaruh terhadap penyakit tersebut.

Mengenal Kista Endometriosis
Endometriosis adalah suatu kondisi dimana jaringan endometrium ditemukan di luar rahim. Jaringan endometrium tersebut menimbulkan perlekatan dengan organ lain, perlekatan yang luas ini dapat membentuk psudokista (kantung) yang berisi cairan. 

(Baca juga: Tak Selalu Berarti Kanker, Ketahui 6 Penyebab Nyeri pada Payudara)

"Pada pasien dengan kista endometriosis terjadi perlengketan yang menyebabkan sulitnya ovum untuk ditangkap oleh fimbrae sehingga pembuahan dan pertemuan antara sperma dan ovum sulit terjadi. Hal ini menyebabkan sulitnya hamil."

Pemeriksaan antenatal
Ia menyarankan kehamilan dengan endometriosis tentu kurang baik bagi janinnya, karena menciptakan kondisi yang kurang kuat bagi pertumbuhannya. "Namun, dengan pemeriksaan antenatal yang teratur dengan tenaga kesehatan. Tidak perlu pengobatan tertentu jika gejalanya ringan dan kesuburan tidak berpengaruh."

Prof. DR. Dr. M. Farid Azis, SpOG, spesialis obstetri dan genekologi dari FKUI-RSCM mengatakan, pengangkatan kista atau miom dilakukan bersamaan dengan persalinan. Sedangkan jika terpaksa harus diambil sebelum persalinan, waktu yang tepat dan aman untuk operasi pengambilan kista atau miom adalah usia 14 minggu.

"Pada usia tersebut, plasenta sudah terbentuk sempurna sehingga dapat mengambil alih fungsi ovarium untuk mempertahankan hormon pada masa kehamilan, sehingga risiko keguguran pun berkurang."







(TIN)