Dokter: Usia di Bawah 25 Tahun Jangan Sedot Lemak

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 30 Sep 2016 10:10 WIB
kecantikan
Dokter: Usia di Bawah 25 Tahun Jangan Sedot Lemak
Mereka yang berusia di bawah 25 tahun, biasanya masih memiliki lemak bagian bawah yang relatif kecil. (Foto: Inlaser)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sedot lemak adalah salah satu solusi bagi mereka yang ingin menghilangkan lemak dengan cara instan. Namun, cara ini tidak dianjurkan bagi mereka yang berusia di bawah 25 tahun. Mengapa demikian?

"Di usia ini masih bisa mencari solusi dengan cara lain, seperti ke ahli gizi, untuk mengurangi lemak. Tidak perlu langsung operasi," ungkap dr. Sidik Setiamihardja, SpBP, dari Rumah Sakit Khusus Bedah (RSKB) Bina Estetika, dalam diskusi media 'Cantik Dengan dan Tanpa Bedah Plastik', Kamis (29/9/2016).

Ia menambahkan, wanita yang belum berusia seperempat abad sebaiknya mencoba pola makan sehat terlebih dahulu sebelum akhirnya memantapkan diri untuk melakukan operasi sedot lemak, kecuali mereka sudah pernah hamil.

(Baca juga: 5 Selebritas yang Berubah Aneh Setelah Operasi Plastik)

Lebih dalam, dr. Sidik menerangkan bahwa dalam tubuh terdapat dua jenis lapisan lemak, yaitu atas dan bawah.

"Ibaratnya lapisan atas itu seperti tabungan giro, masuk pagi dan bisa keluar malam. Kalau lapisan bawah seperti deposit, bisa diambil kalau hanya waktu mendesak saja," ujarnya memberi perumpamaan.

Mereka yang berusia di bawah 25 tahun biasanya masih memiliki lemak deposit yang relatif kecil, sehingga perubahan pola makan sehat diharapkan dapat memberi efek signifikan pada tubuh. Lagipula, strategi tersebut lebih minim risiko bila dibandingkan dengan operasi sedot lemak yang bisa mengakibatkan pendarahan.

Di satu sisi, meskipun telah melakukan sedot lemak namun jika pola makan masih tidak terkontrol, maka bagian yang telah diambil lemak bisa kembali menjadi tempat penimbunan lemak. Sementara, pola hidup yang sehat biasanya menjadi kebiasaan yang tidak akan membuat timbangan Anda bergeser ke kanan.





(TIN)