Faktor Risiko Penyakit Jantung Pengaruhi Kecepatan Berjalan Lansia

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 22 Nov 2017 11:00 WIB
Faktor Risiko Penyakit Jantung Pengaruhi Kecepatan Berjalan Lansia
Fungsi kognitif tidak memiliki hubungan antara penyakit jantung dan kecepatan berjalan. (Foto: Nathália Bariani/Unsplash.com)

Jakarta: Sebuah studi menemukan adanya hubungan antara faktor risiko penyakit jantung dengan masalah berjalan pada mereka yang berusia di bawah 78 tahun.

Para peneliti dari Karolinska Institutet di Stockholm, Swedia, memeriksa faktor apa saja yang membuat lanjut usia (lansia) memiliki risiko lebih besar mengalami keterbatasan fisik ketika menua.

Mereka memelajari informasi dari Swedish National Study on Aging and Care-Kungsholmen (SNAC-K) yang melibatkan partisipan yang berusia minimal 60 tahun, tinggal di Stockholm dan tak memiliki penyakit jantung.

Saat studi dimulai, partisipan tidak memiliki masalah dengan kecepatan berjalan, keseimbangan, atau olahraga berdiri.

Para peneliti mengikuti partisipan dari 2001 hingga 2004, kemudian informasi lanjutan diambil setiap enam tahun pada partisipan yang lebih muda (60 tahun, 66 tahun, dan 72 tahun). 


(Semakin besar faktor risiko penyakit jantung, maka semakin cepat penurunan pada kecepatan berjalan. Foto: Cristian Newman/Unsplash.com)

(Baca juga: Olahraga yang Tepat untuk Lansia)

Sementara, untuk mereka yang berusia di atas 78 tahun, informasi lanjutan diambil setiap tiga tahun sekali. Beberapa hal seperti tingkat aktivitas fisik, konsumsi alkohol, indeks massa tubuh, serta kemampuan berpikir dan mengambil keputusan juga diukur.

Selai  itu  tingkat darah protein reaktif C (CRP), dimana jika tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung pada lansia, juga diperhitungkan.

Terdapat empat fakta kunci yang didapat:

1. Semakin besar faktor risiko penyakit jantung, maka semakin cepat penurunan pada kecepatan berjalan. Namun hubungan tersebut hanya terlihat pada mereka yang berusia di atas 78 tahun.

2. Fungsi kognitif tidak memiliki hubungan antara penyakit jantung dan kecepatan berjalan.

3. Faktor risiko penyakit jantung tidak berhubungan dengan masalah keseimbangan dan kemampuan olahraga berdiri.

4. Faktor risiko penyakit jantung seperti merokok, diabetes, obesitas, atau kurang gerak dapat memerlambat kecepatan berjalan. 








(TIN)