Menikah Bantu Kurangi Risiko Demensia

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 29 Nov 2017 15:08 WIB
demensia
Menikah Bantu Kurangi Risiko Demensia
Menikah Bantu Kurangi Risiko Demensia (Foto: Shutterstock)

Jakarta: Sebuah penelitian dari Inggris yang mengombinasikan 15 studi dengan melibatkan 812 ribu orang di dunia menemukan bahwa mereka yang hidup menjanda atau menduda memiliki risiko 20 persen lebih besar terkena demensia dibandingkan mereka yang menikah.

Sementara, mereka yang tak pernah menikah memiliki risiko 42 persen lebih besar.

Penelitian tersebut telah memperhitungkan usia dan faktor risiko yang berkaitan dengan jenis kelamin.

Para peneliti menyebutkan bahwa menikah mengurangi risiko terkena demensia dalam berbagai hal. Menikah memberikan perbedaan tingkat dalam keterkaitan sosial dan interaksi interpesonal dari hari ke hari, sehingga dapat meningkatkan 'cadangan kognitif' pada seseorang.

"Cadangan kognitif adalah 'daya pegas' dalam tubuh seseorang untuk melawan kerusakan pada otak akibat demensia," ujar pemimpin studi Andrew Sommerlad selaku psikiater geriatrik.

Artinya, otak memiliki strategi yang membuat mereka bertahan dari kerusakan tanpa menunjukkan gejala demensia.

Beberapa penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa menikah membuat seseorang menjadi lebih sehat dalam beberapa hal seperti meningkatkan olahraga dan pola makan sehat, serta mengurangi merokok dan konsumsi alkohol. Hal tersebut dipercaya dapat mengurangi risiko demensia.

Jika membandingkan dengan mereka yang sudah bercerai, para peneliti berhipotesa bahwa kemungkinan hal tersebut dikarenakan adanya fakta dimana kehilangan membawa tekanan yang lebih besar dibandingkan bercerai dan tekanan tersebut memberi gangguan yang lebih besar pada area pembentukan ingatan dan kognitif.

Namun, para peneliti menyebutkan bahwa pencegahan demensia lebih rumit daripada sekedar menikah. Studi tersebut menunjukkan adanya korelasi antara demensia dengan pernikahan, namun pengertian bagaimana faktor spesifik tentang hubungan status pernikahan dengan risiko demensia masih belum jelas seberapa besar.

"Kemungkinan risiko demensia ikut terpengaruh jika mereka menemukan pasangan mereka beberapa tahun lebih cepat."

Dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui bagaimana cara agar mereka yang telah sendiri atau memilih sendiri dapat mengurangi risiko demensia.

"Lingkungan di mana lansia tinggal sendiri semkain umum, dibutuhkan cara untuk menghubungkan mereka kembali, untuk mengurangi isolasi sosial," ujar Sommerland.




(DEV)