Studi: Konsumsi Gula Berlebihan dapat Menurunkan Kinerja Kognitif

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 04 Jan 2018 12:40 WIB
studi kesehatan
Studi: Konsumsi Gula Berlebihan dapat Menurunkan Kinerja Kognitif
(Foto: Shutterstock)

Jakarta: Terlalu banyak mengonsumsi gula dapat memberikan efek buruk pada tubuh, termasuk mengurangi kinerja kognitif secara drastis.

Beberapa studi lain menyebutkan efek positif dari konsumsi glukosa, salah satunya meningkatkan ingatan. Namun, tidak dengan jenis gula seperti fruktosa dan sukrosa yang justru memiliki efek sebaliknya.

Para peneliti dari University of Otago di Selandia Baru mencari tahu bagaimana gula biasa memengaruhi kemampuan pada 49 orang yang yang diminta melakukan tugas kognitif.

Tiga jenis gula tersebut dibandingkan dengan pemanis plasebo, sukralose. Para peserta masing-masing mengambil bagian untuk memberi respons sederhana terhadap tes interferensi aritmatika dan Stroop.

Hasilnya, partisipan yang mengonsumsi glukosa dan sukrosa mengerjakan tugas lebih buruk dibandingkan dengan mereka yang mengosumsi fruktosa dan plasebo.

Mei Peng, dosen ilmu sensorik di Departemen Ilmu Pangan di University of Otago, menjelaskan bagaimana mengonsumsi gula dapat memengaruhi setiap hari.

"Secara khusus, konsumsi gula dapat mengubah cara otak berpikir. Studi kami melihat adanya 'koma gula' karena glukosa, dimana ini adalah fenomena nyata yang menunjukkan adanya penurunan fokus setelah mengonsumsi jenis gula tersebut," paparnya.

Pada 2016, National Diet and Nutrition Survey mengumumkan bahwa konsumsi soft drink pada anak berusia 4-10 tahun mulai menurun. Sementara, Public Health England mengeluarkan pedoman baru untuk mengurangi kuantitas gula pada penduduk Inggris.


 


(DEV)