5 Fakta Tentang Minuman Berklorofil

Torie Natalova    •    Senin, 28 Nov 2016 07:30 WIB
kesehatan
5 Fakta Tentang Minuman Berklorofil
(Foto: Beauty Heaven)

Metrotvnews.com, Jakarta: Anda mungkin salah satu orang yang pernah mengonsumsi minuman klorofil. Ya, pigmen hijau pada klorofil telah muncul di segala macam produk seperti pil, cairan minuman, atau wafer berenergi.

Namun, yang menjadi pertanyaannya adalah apakah klorofil ini benar-benar menjadi nutrisi super yang layak atau tidak?

Berikut yang perlu Anda ketahui tentang klorofil.

1. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa klorofil dapat bersifat antioksidan. Klorofil juga sering disebut dapat mengeluarkan racun dari tubuh, mempercepat penyembuhan, meningkatkan metabolisme, bau mulut, herpes dan kanker.

Ada juga penelitian yang mengatakan wanita yang rutin minum klorofil dapat mengalami penurunan kolesterol jahat dan penurunan nafsu makan makanan manis.

2. Karena klorofil belum dipelajari secara ekstensif, sehingga belum diketahui dosis optimal atau rekomendasi jumlah terbaik untuk mengonsumsinya.

3. Ada beberapa interaksi yang muncul dari suplemen klorofil. Misalnya, suplemen klorofil dapat meningkatkan sensitivitas Anda terhadap sinar matahari. Anda juga harus melewatkan minum suplemen saat harus mengonsumsi obat yang memiliki efek sama seperti antibiotik, tekanan darah, antihistamin dan obat-obatan kolesterol.

4. Klorofil sebenarnya tak hanya ada di suplemen atau dalam bentuk cairan. Klorofil yang berlimpah terdapat pada sayuran berdaun hijau gelap dan produk hijau lainnya. Dengan kata lain, Anda tidak perlu suplemen khusus untuk menyertakan klorofil dalam diet Anda.

5. Memasak makanan kaya klorofil dalam waktu lama dapat merusak kadar klorofil di dalamnya. Begitupun dengan menyimpannya dalam waktu lama di freezer kulkas. Jadi, untuk menjaga kadar klorofilnya, cobalah untuk makan sayuran mentah atau memasak dalam waktu yang cepat seperti kukus atau tumis.

Jika Anda inginkan tambahan klorofil dengan sebuah produk, pastikan untuk membaca daftar bahannya dan hindari zat aditif buatan. Tetapi yang terpenting adalah terus memberikan pasokan makanan hijau untuk tubuh Anda.


(DEV)