Jejaring Laboratorium Gunakan Sistem PCR

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 19 Oct 2016 17:11 WIB
kesehatan
Jejaring Laboratorium Gunakan Sistem PCR
Setiap laboratorium kini memiliki indikator ketiga dari Global Health Security Agenda (GHSA). (Foto: metrotvnews.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Salah satu tujuan utama dari Global Health Security Agenda (GHSA) yang diluncurkan pada Februari 2014 adalah menyelenggarakan 11 buah Action Packages dalam waktu lima tahun yang berfokus pada pencegahan, deteksi, dan respon.

Di Indonesia, salah satu bentuk pencegahan adalah dengan menguatkan pengawasan melalui jejaring laboratorium.

(Baca juga: Tren Penyakit tidak Menular Naik)

"Komando kami berasal dari nasional dengan melalui badan penelitian dan pengembangan nasional dengan anggota rumah sakit dan balai laboratorium kesehatan (BLK) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia," tukas dr. Siswanto, MHP, DTM, sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan saat ditemui dalam acara Seminar on Health di Kementerian Kesehatan, Rabu (19/10/2016).

Kemampuan dalam pengawasan konfirmasi laboratorium tersebut mencakup Polymerase Chain Reaction (PCR) yaitu teknik sintesis dan amplikasi DNA secara invitro agar bisa lebih spesifik dibandingkan dengan pemeriksaan klinis.

Siswanto juga menjelaskan, bahwa setiap laboratorium kini memiliki indikator ketiga dari GHSA, yaitu adanya biosafety dan biosecurity.

Biosafety adalah usaha menjaga suatu daerah dari masuknya agen penyakit dan menjaga agar tidak terjadi penyebaran penyakit di daerah tersebut. Sementara, biosecurity berfokus pada pekerja di daerah tersebut.

"Kami mulai melakukan back up bila keduanya berada di tingkat tertentu, seperti level 2 untuk virus dan level 3 untuk bakteri," pungkasnya. 







(TIN)