Benarkah Konsumsi Nasi Hangat dapat Memicu Diabetes?

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 02 Jun 2017 08:00 WIB
kesehatan
Benarkah Konsumsi Nasi Hangat dapat Memicu Diabetes?
(Foto: Shelookbook)

Metrotvnews.com, Jakarta: Belum lama ini beredar informasi dari pesan singkat yang berisi imbauan untuk mengeluarkan nasi dari magic com jika sudah matang. Sebabnya, mengonsumsi nasi hangat dapat membahayakan tubuh.

Berikut, isi pesan singkat tersebut:

Kebiasaan yang Jadi Pemicu Anak Menderita Kanker dan Diabetes

Hari ini saya cukup Shock. Bagaimana tidak, karena ternyata kebiasaan yang selama ini saya anggap sepele, merupakan perbuatan berbahaya untuk anak anak saya. Istilahnya, saya sayang anak tapi saya pula yang setiap hari memberi anak racun. Dengan info ini, saya sangat berterima kasih pada sekolah Zara (anak saya yang masih TK) karena telah mendatangkan seorang konsultan kesehatan, Pak Anto dari Lembaga Konsultan Kanker Indonesia.

Ia sempat menjelaskan bedanya Myom, Tumor, Kista dan Kanker. Tapi saya di artikel ini hanya ingin menceritakan ulang penjelasan Pak Anto yang membuat saya shock.

BAHAYA NASI DARI MAGIC COM

Ini adalah fakta pertama yang membuat saya shock. Tapi syukurlah kalimat tersebut hanya kalimat pembuka Pak Anto saja. Karena nyatanya nasi dari magic com boleh dimakan. Namun dengan syarat, tidak boleh lebih dari 12 jam di dalam magic com dengan kondisi terus terusan dihangatkan.

"Karena nasi yang terus dihangatkan dalam magic com, saat lebih dari 12 jam ia akan berubah menjadi racun”, kata Pak Anto memperingatkan. Sehingga ketika memasak nasi dan sudah matang, ia menyarankan untuk mengeluarkan nasi tersebut dari magic com dan dipindahkan saja di tempat nasi.

Ia melanjutkan, “Nasi yang baik adalah nasi yang dimakan saat sudah dingin, bukan nasi hangat. Karena nasi dingin memiliki kadar gula yang lebih rendah.”. Inilah mengapa sekarang banyak anak menderita diabetes. Karena mereka terbiasa makan nasi hangat dari magic com. Beda dengan orang zaman dahulu yang dimasak di langseng kemudian jika sudah matang akan diletakkan di tempat nasi. Dengan demikian nasi tidak terus menerus dihangatkan.

Ia melanjutkan, “Nasi yang baik adalah nasi yang dimakan saat sudah dingin, bukan nasi hangat. Karena nasi dingin memiliki kadar gula yang lebih rendah.”. Inilah mengapa sekarang banyak anak menderita diabetes. Karena mereka terbiasa makan nasi hangat dari magic com. Beda dengan orang zaman dahulu yang dimasak di langseng kemudian jika sudah matang akan diletakkan di tempat nasi. Dengan demikian nasi tidak terus menerus dihangatkan.


Pakar kesehatan dr Tan Shot Yen memberi tanggapan terkait isi imbauan tersebut. Ia membenarkan bahwa nasi hangat memiliki indeks glikemik yang lebih tinggi dibandingkan nasi dingin.

"Air yang bersatu dengan beras saat dimasak dapat meningkatkan indeks glikemik menjadi sangat tinggi," ujar Tan saat dihubungi Metrotvnews.com, Kamis (1/5/2017).

Kadar indeks glikemik menjadi tolak ukur bagi suatu makanan dalam meningkatkan gula darah. Makanan dengan indeks glikemik tinggi dapat membuat gula darah melonjak dalam waktu kurang dari dua jam saja.

Dr Tan melanjutkan, ketika kadar gula darah naik, tubuh memiliki proteksi untuk mencegah terjadinya diabetes dengan cara memproduksi hormon insulin.

"Namun, gula darah yang ditekan insulin akan dialokasikan menjadi lemak. Itulah mengapa risiko obesitas semakin besar," tambahnya.

Ketika sudah membicarakan obesitas, maka akan banyak jenis kompikasi penyakit yang akan bermunculan, termasuk kanker dan diabetes tipe 2.

Sebuah penelitian dari Seoul National University College of Medicine menyebutkan, bahwa membawa terlalu banyak lemak berlebih dapat menyebabkan peradangan kronis bagian dalam tubuh yang mendorong pertumbuhan kanker.


(DEV)