Tips Menghindari Hoax Seputar Kesehatan

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 01 Jun 2017 15:05 WIB
tips kesehatan
Tips Menghindari Hoax Seputar Kesehatan
Ilustrasi (Foto: hoax-slayer)

Metrotvnews.com, Jakarta: Seiring dengan cepatnya persebaran informasi di dunia maya, tak semua memberitakan kebenaran dan justru menyesatkan. Dari sekian banyak topik, informasi seputar kesehatan pun tak jarang hanya hoax.

Pakar kesehatan Dr Tan Shot Yen memberikan beberapa tips agar pembaca informasi bisa lebih bijak menanggapi informasi di bidang kesehatan yang tersebar di instant messaging.

Pertama, pastikan apakah informasi tersebut memiliki tautan asli dan berasal dari institusi resmi seperti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekolah kedokteran di universitas kredibel, atau badan resmi suatu negara yang berhubungan dengan kesehatan.

Jika hanya berasal dari situs pribadi, maka kebenaran informasi perlu diragukan karena bisa saja penyebar informasi hanya asal mengambil sumber yang juga tak bisa dipercaya kebenarannya.

"Kemudian lihat, yang nulis siapa? Apa latar belakang pendidikannya dan cocok kah dengan apa yang ditulisnya? Jangan belajar masak sama tukang jahit lah," kata dr Tan saat dihubungi Metrotvnews.com, Kamis (1/5/2017).

Ketiga, dr Tan meminta pembaca bijak dalam membedakan antara ilmu kesehatan, ilmu dengan dasar ilmiah, dan urusan alternatif yang umunya sarat dengan berbagai testimoni dan tips.

Ia menegaskan, hal tersebut adalah pertanda bahwa para penyebar informasi hanya mengandalkan pengalaman dan kepercayaan. Padahal, tidak semua yang baik dan benar untuk seseorang akan berlaku juga untuk orang lain.

Tak jarang pula ditemukan nama-nama pakar terkenal dalam informasi tersebut. Pembaca informasi sebaiknya mengkroscek lagi apakah memang benar adanya sumber yang disebutkan dan membandingkan informasi tersebut dengan tulisan yang lebih bisa dipertanggungjawabkan.

"Dan yang paling lucu, selalu ada tulisan 'sebarkanlah dan beritahulan orang-orang di sekitar agar lebih bermanfaat' di akhir informasi. Padahal, kalau pun kita terkena penyakit, memang bisa langsung sembuh?" demikian dr Tan mengkritisi.


(DEV)