Kurang Tidur Berdampak Buruk Terhadap Kesehatan Mental

Anggi Tondi Martaon    •    Kamis, 02 Nov 2017 13:23 WIB
tidur
Kurang Tidur Berdampak Buruk Terhadap Kesehatan Mental
Selain mengganggu kesehatan jasmani, kurang tidur juga berdampak buruk terhadap kesehatan mental. (Foto: Maeghan Smulders/Unsplash.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bagi Anda yang suka begadang, mungkin mulai saat ini Anda harus mengubah kebiasaan buruk itu. Selain mengganggu kesehatan jasmani, kurang tidur juga berdampak buruk terhadap kesehatan mental.

Dikutip dari BBC.Com, para ilmuwan tidur atau sleep scientists di University of Oxford menjalankan percobaan kecil untuk melihat efek kurang tidur terhadap kesehatan mental. Tim pun merekrut relawan empat yang memiliki kebiasaan tidur baik (nyenyak dan waktu cukup).

Saat penelitian, para relawan dilengkapi dengan alat untuk memantau secara akurat tidur mereka. Kemudian, peneliti pun membiarkan para relawan tidur seperti biasa, yaitu selama delapan jam. Untuk tiga malam berikutnya, waktu tidur relawan pun dibatasi hanya empat jam.



Setiap hari para relawan pun diminta mengisi kuesioner psikologis dirancang untuk melihat perubahan suasana hati atau emosi mereka. Lalu apa yang terjadi?

Sarah Reeve, mahasiswa doktoral yang ikut dalam percobaan itu terkejut dengan hasil kuesioner yang diisi oleh para peserta terhadap suasana hati mereka. 

"Ada peningkatan kecemasan, depresi dan stres, juga kenaikan paranoia dan perasaan ketidakpercayaan tentang orang lain", kata Sarah. Mengingat bahwa hal ini terjadi setelah hanya tiga malam dari kurang tidur, itu sangat mengesankan," kata Sarah.

(Baca juga: 3 Langkah Agar Lebih Mudah Tidur)

Dari hasil penelitian kecil itu, dapat dilihat bahwa emosi positif jatuh tajam setelah dua malam tidur terganggu. Sementara emosi negatif mulai meningkat.

Tidak sampai disitu, para peneliti merekrut lebih dari 3.700 mahasiswa dari seluruh Inggris yang melaporkan masalah tidur. Peneliti pun membagi peserta ke dalam dua kelompok.



Satu kelompok yang menerima enam sesi online terapi perilaku kognitif (cognitive behavioural therapy/CBT) yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas tidur. Sedangkan kelompok lain hanya diberikan terapi standar.

Setelah terapi diberikan selama 10 minggu, peserta yang menerima CBT melaporkan bahwa tingkat insomnia dan depresi serta kecemasan berkurang. Tak hanya itu, paranoia dan halusinasi juga berkurang.

Melihat hal itu, Profesor klinis psikologi di Universitas Oxford Daniel Freeman mengatakan, salah satu alasan mengapa kurang tidur begitu buruk karena memicu otak untuk berpikir negatif. "Kami memiliki pikiran negatif lebih ketika kita sedang kurang tidur dan kita terjebak di dalamnya," katanya.

Oleh karenanya, diharapkan melalui penelitian ini dapat memberikan sedikit pengetahuan kepada orang agar tidak menyepelekan tidur. Istirahat yang cukup dapat membantu meningkatkan rasa kesejahteraan kita.










(TIN)