MSG tak Selalu Buruk Bagi Tubuh

   •    Senin, 26 Mar 2018 16:22 WIB
kesehatan
MSG tak Selalu Buruk Bagi Tubuh
Ilustrasi. (Thinkstock)

Jakarta: Mengonsumsi makanan mengandung monosodium glutamat (MSG) atau lebih dikenal orang dengan sebutan vetsin tak selalu buruk. Faktanya, kandungan glutamat dalam MSG justru akan diubah menjadi energi setelah dikonsumsi. 

Dokter Spesialis Gizi Della Manik Worowerdi mengatakan MSG yang terkandung dalam makanan akan terpecah menjadi dua bagian setelah dikonsumsi; dalam bentuk monosodium atau garam dan glutamat.

Dia mengatakan dalam satu takaran MSG terkandung 12 persen garam dan 88 persen glutamat. Meski 88 persen glutamat dalam MSG akan diubah menjadi energi, jumlah garam yang masuk ke dalam tubuh tetap harus diperhatikan.

"Karena kalau berlebihan tentu berbahaya. Dapat meningkatkan risiko hipertensi bahkan sakit jantung," katanya, dalam Metro I-Care, Minggu, 25 Maret 2018.

Menurut Della, MSG memang dapat memberikan sensasi gurih jika ditambahkan dalam makanan namun jumlahnya tidak boleh berlebihan. Idealnya, takaran MSG yang bisa dikonsumsi hanya 30 miligram per kilogram berat badan per hari. "Setara dengan setengah sendok teh per hari," katanya.

Selain memberi rasa gurih atau umami, tujuan penggunaan MSG ternyata untuk mengurangi penggunaan garam meja dan lemak dalam proses memasak. Sehingga ketika masakan sudah diberi sedikit MSG, kata Della, tak perlu lagi menambahkan garam.

Fakta lainnya, glutamat sendiri ternyata sudah ada dalam berbagai sumber makanan. Misalnya daging sapi dan ayam, sayur mayur seperti tomat, kubis, bayam, bahkan sampai bawang putih dan jamur.

"Jadi makanan yang sudah mengandung glutamat dengan tambahan sedikit garam rasanya akan lebih nikmat. Tapi ingat penggunaan MSG boleh saja asal tidak berlebihan," jelasnya.




(MEL)