Mengenal Retinopati Prematuritas, Gangguan Mata yang Mengintai Bayi Prematur

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 27 Oct 2017 18:54 WIB
kamus kesehatan
Mengenal Retinopati Prematuritas, Gangguan Mata yang Mengintai Bayi Prematur
(Foto Ilustrasi: Healthline)

Metrotvnews.com, Jakarta: Dari sekian banyak gangguan yang dialami bayi prematur, tak banyak orang tua yang memerhatikan penglihatan anak. Bayi prematur, yang lahir dibawah 37 minggu, memang lebih rentan mengalami gangguan kesehatan seperti masalah jantung, infeksi paru, hingga sakit kuning. Namun, dari beberapa gangguan tersebut, gangguan mata yang dialami si kecil kerap luput dari perhatian orang tua.

Salah satu gangguan mata yang rentan dialami bayi prematur adalah Retinopati Prematuritas (ROP). Ini adalah kelainan mata dimana pembuluh darah retina yang seharusnya berkembang dari tengah bola mata tidak sampai ke bagian tepi retina karena bayi sudah keburu lahir. ROP dapat menyebabkan kebutaan bila tak segera ditangani.

"Garis batas retina berkembang dengan cepat, akibatnya pembuluh darah pada mata menjadi tak normal dan bisa menyebabkan kematian," ujar dokter mata anak Prof Dr Rita Sita Sitorus, SpM(K), Ph.D dalam Deteksi dan Pencegahan Gangguan Penglihatan pada Bayi Prematur, Jumat (27/10/2017).

Umumnya, ROP rentan terjadi pada bayi yang lahir di bawah 34 minggu, memiliki berat badan lahir rendah (BBLR) dibawah 1.500 gram, sepsis (tubuh mengalami infeksi karena bakteri atau mikroorganisme), atau harus melakukan transfusi darah berulang.

Oleh karena itu, Rita menganjurkan untuk melakukan skrining ROP sesegera mungkin ketika keadaan bayi prematur telah stabil.

"Skrining ROP sebaiknya dilakukan sebelum anak berusia 42 minggu karena kalau sudah lewat dari itu tak ada anak rentan mengalami kebutaan," tambah Prof. Rita.

Karena tak memiliki gejala signifikan, Rita mengingatkan para orang tua anak prematur agar rutin memeriksakan anak mereka hingga berusia 42 minggu. "Kalau sudah lewat dari waktu itu, berarti anak aman dari ROP," pungkasnya.




(DEV)