Ini Alasan Rokok Elektrik Sama Bahayanya Seperti Rokok Konvensional

Raka Lestari    •    Kamis, 26 Oct 2017 13:25 WIB
kesehatan
Ini Alasan Rokok Elektrik Sama Bahayanya Seperti Rokok Konvensional
(Foto: Men's Health)

Metrotvnews.com, Jakarta: Gubernur New York Andrew Cuomo menandatangani peraturan untuk melarang penggunaan rokok elektrik di tempat-tempat umum. Menurut The New York Times, peraturan yang akan dimulai secara efektif pada bulan November nanti akan melarang penggunaan rokok elektrik di restoran, tempat parkir umum, bar, tempat kerja, dan club.

"Produk ini dipasarkan sebagai alternatif yang lebih sehat selain rokok, namun kenyataannya juga membawa risiko jangka panjang terhadap kesehatan pengguna dan orang-orang di sekitar mereka," kata Cuomo dalam sebuah pernyataan.

Seperti yang disebutkan oleh Cuomo, ada beberapa efek negatif jangka panjang dari penggunaan rokok elektrik.

Rokok elektrik dikaitkan dengan penyakit paru-paru

Peneliti dari UNC School of Medicine merilis studi terbaru yang menyebutkan ada hubungan antara penggunaan rokok elektrik dengan penyakit paru-paru. Peneliti menemukan bahwa rokok elektrik menyebabkan peningkatan neutrofil yang cukup signifikan, yang dapat menyebabkan inflamasi pada paru-paru, seperti penyakit paru-paru kronis dan fibrosis kistik.

Harvard Health Publishing juga melaporkan, rokok elektrik banyak mengandung diacetyl, yang dapat menyebabkan penyakit paru-paru langka bernama bronchiolitis obliterans. Menurut National Institutes of Health, mereka yang menderita bronchiolitis obliterans akan mengalami kerusakan peradangan pada bronkiolus, yang merupakan saluran napas terkecil di paru-paru.

Rokok elektrik tetap dapat menyebabkan ketergantungan

Sebuah studi menemukan bahwa penggunaan rokok elektrik sangat efektif untuk membantu orang berhenti dari rokok tradisional dengan mengurangi jumlah nikotin. Namun, penelitian internasional menemukan bahwa pengguna rokok elektrik tidak banyak yang berhenti merokok daripada pengguna non-pengguna karena nikotin masih ada di rokok elektrik.

Rokok elektrik meningkatkan risiko tekanan darah tinggi

Menurut Cleveland Clinic, menggunakan rokok elektrik dapat menyebabkan peningkatan denyut jantung dan risiko tekanan darah tinggi yang dapat membuat risiko dalam kesehatan Anda.

Menurut studi terbaru dari European Lung Foundation, rokok elektrik yang mengandung nikotin dapat secara langsung menyebabkan pengerasan pembuluh arteri pada manusia.

"Rokok elektrik memiliki dampak dari penggunaannya, karena pengerasan arteri dikaitkan dengan peningkatan risiko serangan jantung dan stroke di kemudian hari," tulis para peneliti. Efeknya bisa dilihat hanya 30 menit setelah seseorang merokok menggunakan rokok elektrik, penulis penelitian menulis.

Rokok elektrik tetap dapat merugikan orang yang menghirup asapnya

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2013, "rokok elektrik tidak bebas emisi, dan polutan mereka dapat menjadi perhatian kesehatan bagi pengguna dan perokok pasif." Studi tersebut menemukan bahwa partikel ultra halus yang berasal dari rokok elektrik, dapat tersmipan di dalam paru-paru non-perokok.




(DEV)