Penggunaan Kata Tertentu di Media Sosial Bisa Jadi Pertanda Awal Depresi

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 19 Oct 2018 13:45 WIB
psikologidepresi
Penggunaan Kata Tertentu di Media Sosial Bisa Jadi Pertanda Awal Depresi
Para peneliti menemukan bahwa beberapa kata yang digunakan dalam unggahan dapat mengindikasikan apakah mereka membutuhkan dukungan kesehatan mental. (Foto: Motoki Tonn/Unsplash.com)

Jakarta: Tak hanya sebagai tempat berbagi, media sosial Facebook kemungkinan juga bisa menunjukkan apakah penggunanya mengalami depresi. Demikian menurut sebuah studi yang dipublikasi dalam Proceedings of the National Academy of Sciences.

Para peneliti menemukan bahwa beberapa kata yang digunakan dalam unggahan dapat mengindikasikan apakah mereka membutuhkan dukungan kesehatan mental.

Mereka menyimpulkan, pengguna yang memiliki diagnosa depresi umumnya menggunakan kata ganti tunggal pertama.

Studi tersebut memeriksa 683 orang yang mendatangi Unit Gawat Darurat dan melihat laman Facebook mereka. Meskipun kebanyakan dari mereka tak depresi, 114 orang sudah terdiagnosa depresi berdasarkan riwayat kesehatan.

(Baca juga: Kompleksitas Kombinasi Depresi)


(Tak hanya sebagai tempat berbagi, media sosial Facebook kemungkinan juga bisa menunjukkan apakah penggunanya mengalami depresi. Foto: Anthony Tran/Unsplash.com)

Para peneliti melihat unggahan para partisipan enam bulan sebelum diagnosa tersebut ditegakkan, untuk melihat apakah ada pertanda terkait keadaan mental mereka.

Status dan unggahan dalam media sosial tersebut dianalisa dengan menggunakan informasi media elektronik.

Hasilnya, mereka yang menderita depresi kerap menggunakan beberapa kata seperti: ugh, rindu, benci, sakit, menangis, dan air mata.

Sejak 2015, Facebook memiliki program yang meminta penggunaanya menandai akun orang-orang yang dicurigai berpikiran untuk bunuh diri.

Menurut peneliti, penerapan suatu algoritma dapat mengubah unggahan media sosial menjadi informasi kesehatan yang dilindungi. Mereka yang menginterpretasikan data harus tahu bahwa orang dapat mengubah apa yang mereka tulis berdasarkan persepsi mereka tentang bagaimana informasi itu dapat digunakan.




(TIN)