Gejala-gejala Penyakit Pelemakan Hati

Raka Lestari    •    Jumat, 21 Dec 2018 10:00 WIB
kesehatan
Gejala-gejala Penyakit Pelemakan Hati
Nonalcoholic fatty liver disease (NAFLD) adalah akumulasi kelebihan lemak dalam sel hati, yang mengambil 5 hingga 10 persen dari seluruh organ hati. (Foto: Nik Shuliahin/Unsplash.com)

Jakarta: Nonalcoholic fatty liver disease (NAFLD) adalah akumulasi kelebihan lemak dalam sel hati, yang mengambil 5 hingga 10 persen dari seluruh organ hati. 

Biasanya mengonsumsi terlalu banyak alkohol adalah penyebab utama penumpukan lemak di hati, tetapi mereka yang memiliki NAFLD mungkin tidak minum banyak alkohol sama sekali. 

Menurut Dr Harmeet Malhi, seorang gastroenterologist di Mayo Clinic, lemak berlebihan pada hati adalah penyebab utama penyakit hati kronis di seluruh dunia. 

Meskipun tidak menyebabkan kerusakan permanen, NAFLD dapat berkembang menjadi steatohepatitis non-alkohol (NASH), yang dapat menyebabkan sirosis (jaringan parut ireversibel pada hati) atau kanker hati.

Dikutip dari Reader's Digest, berikut ini adalah beberapa gejala dari penyakit hati berlemak (pelemakan hati) yang mungkin tidak Anda sadari:

(Baca juga: Tanda-tanda Liver Anda Bermasalah)

1. Memiliki nafsu makan berlebihan
Salah satu gejala awal hati yang berlemak adalah nafsu makan yang tidak terkontrol, entah itu karena Anda merasa lapar sepanjang waktu atau mengidam makanan-makanan manis. 

Kebiasaan makan ini hanya menambah lemak yang sudah terakumulasi di hati Anda. "Kita harus menyadari apa yang kita makan karena kita adalah apa yang kita makan," kata Dr Rohit Loomba, direktur Pusat Penelitian NAFLD di Universitas of California di San Diego. 

"Dan jika kita mengonsumsi kalori berlebih, terutama kalori yang kaya gula atau kaya karbohidrat, dalam jangka waktu yang lama, itu akan memiliki konsekuensi negatif."

2. Lemak berlebih di perut
Orang yang kelebihan berat badan memiliki risiko yang tinggi untuk mengalami NAFLD. Dr Loomba memeringatkan bahwa lemak visceral (sejenis lemak yang disimpan di perut Anda yang membuat perut Anda membesar) adalah masalah besar. "Ketika indeks massa tubuh naik. prevalensi penyakit hati berlemak nonalkohol pun mulai naik," katanya.

3. Tingkat kolestrol yang tinggi
Kadar lemak darah yang tinggi, trigliserida atau LDL (kolesterol "buruk"), dapat menandakan bahwa terlalu banyak lemak di hati Anda. Kolesterol yang kita ukur dalam darah sebagian besar adalah produk dari apa yang keluar dari hati," ujar Dr Loomba. 

Hati membuat kolesterol sendiri dan menyirkulasikannya ke dalam aliran darah Anda, tetapi ketika kita mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh dan trans, itu melepaskan lebih banyak lemak dan meningkatkan kadar kolesterol.

4. Anda mengalami diabetes
Jika Anda menderita diabetes, Dr Loomba mengatakan bahwa sebaiknya Anda mengecek tingkat lemak pada hati Anda. Dalam studi tahun 2016, ia dan para peneliti dari University of California lainnya menguji 100 penderita diabetes tipe 2 yang tidak memiliki gejala hati berlemak lainnya. 

Mereka semua mendapatkan pemeriksaan MRI di hati mereka dan hasilnya menunjukkan bahwa 65 persen dari peserta menderita NAFLD dan bahkan mereka tidak mengetahuinya.

5. Tekanan darah yang tinggi
Para peneliti dari Jerman menganalisis data dari lebih dari 3.000 individu, mereka menemukan bahwa mereka yang menderita NAFLD tiga kali lebih mungkin mengalami hipertensi dibandingkan mereka yang tidak memiliki NAFLD. 

Pemantauan tekanan darah dan menjaga kesehatan jantung, secara umum, sangat penting jika Anda memiliki penyakit hati. Masalah kardiovaskular adalah penyebab utama kematian pada orang yang menderita NAFLD, kata Dr Malhi.





(TIN)